Pamulang Educational Hub Bakal Dikembangkan dengan Konsep Kota Berkelanjutan

Pamulang Educational Hub masuk fokus pengembangan infrastruktur Tangsel, mencakup transportasi, hunian, ekonomi, dan lingkungan.
Suasana rapat kick-off penyusunan rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum kawasan perkotaan Tangerang Selatan di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Selasa (11/8/2026). Pembahasan turut menyoroti pengembangan Pamulang Educational Hub sebagai salah satu kawasan prioritas. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News – Kawasan Pamulang Educational Hub di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal dikembangkan dengan konsep kota berkelanjutan yang mengintegrasikan konektivitas, hunian, ekonomi lokal, serta pengelolaan lingkungan.

Konsep tersebut disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Kota Tangsel melalui penyusunan rencana pengembangan infrastruktur pekerjaan umum kawasan perkotaan Tangerang Selatan. Kick-off penyusunan rencana tersebut digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Serpong, Selasa (11/8/2026).

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah II (BPIW) Kementerian PU, Airlangga Mardjono, mengatakan penyusunan rencana tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembangunan infrastruktur Tangsel dengan program prioritas nasional.

“Pertemuan ini merupakan kick-off penting dalam rangka menyelaraskan visi pengembangan infrastruktur PU berbasis pengembangan kewilayahan sesuai dengan program prioritas nasional,” kata Airlangga.

Menurutnya, posisi Tangsel sebagai bagian dari kawasan Metropolitan Jabodetabek membuat kebutuhan pembangunan infrastrukturnya semakin kompleks. Tingginya urbanisasi dan mobilitas masyarakat membutuhkan perencanaan kawasan yang terintegrasi dan tidak dilakukan secara parsial.

“Tangsel adalah bagian dari Metropolitan Jabodetabek. Kawasan ini menghadapi tekanan urbanisasi dan mobilitas regional yang sangat tinggi,” ujarnya.

Airlangga menilai, tanpa pengelolaan kawasan secara terpadu, pertumbuhan perkotaan berisiko berkembang tidak terkendali dan berdampak terhadap daya dukung lingkungan.

Dalam RPJMN 2025–2029, kawasan Metropolitan Jakarta menjadi salah satu prioritas pembangunan, termasuk dalam penguatan konektivitas dan pemenuhan layanan dasar. Tangsel menjadi salah satu wilayah yang turut berkontribusi terhadap target peningkatan Indeks Kota Berkelanjutan (IKB).

Target tersebut yakni meningkatkan indeks dari baseline 44,51 menjadi 45,61 pada 2029.

“Ini menjadi target yang cukup berat yang harus kita capai dalam kurun RPJMN 2025 sampai dengan 2029, di mana salah satu unsurnya ada di kawasan perkotaan Tangerang Selatan,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan, rencana pengembangan tersebut merupakan tindak lanjut dari studi Rapid Planning and Assessment for Smart Living Cities (RPS) yang sebelumnya telah dilakukan.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, kawasan Pamulang Educational Hub ditetapkan sebagai salah satu titik fokus pengembangan. Wilayah prioritas yang dipetakan mencakup Pamulang, Setu, Serpong, dan sekitarnya dengan luas sekitar 410,75 hektare.

Dalam pengembangannya, sejumlah persoalan perkotaan menjadi perhatian, mulai dari ketidakseimbangan pemanfaatan ruang, keterbatasan layanan sanitasi dan air minum, tingginya tekanan transportasi komuter, hingga perkembangan kawasan terbangun yang belum sepenuhnya terarah.

Untuk memperkuat konektivitas kawasan, Kementerian PU menyiapkan sejumlah konsep, di antaranya pembangunan transport hub, revitalisasi pedestrian dan jalur sepeda, serta penyediaan transportasi umum berbasis listrik.

“Major project yang diusulkan sebelumnya tentunya diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada di bidang konektivitas,” jelasnya.

Konsep kota berkelanjutan juga mencakup aspek hunian dan sosial. Pemerintah mempertimbangkan penyediaan hunian bagi mahasiswa dan masyarakat berpenghasilan rendah serta peningkatan kualitas kampung kota.

Dari sisi ekonomi, pengembangan kawasan akan didukung melalui Pamulang Creative Hub dan digitalisasi pasar untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Sementara dari aspek lingkungan, konsep green-blue infrastructure diarahkan melalui revitalisasi Situ Pamulang dan Situ Sasak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi ruang terbuka dan sistem lingkungan kawasan di tengah tekanan pertumbuhan perkotaan.

Airlangga menegaskan, penyusunan rencana tersebut nantinya tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Hasil kajian akan diterjemahkan ke dalam rencana aksi jangka menengah serta pemilihan sejumlah major project yang dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap perkembangan kawasan.

“Nanti output-nya bukan hanya dokumen, tetapi juga ada rencana aksi jangka menengah serta pemilihan major project yang akan mengubah wajah kawasan ini secara signifikan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan