Tangerang, Semartara News — AirNav Indonesia menjalin kerja sama selama lima tahun dengan Airservices Australia untuk mempercepat modernisasi navigasi penerbangan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU). Kemitraan ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam memperkuat modernisasi ruang udara, meningkatkan keselamatan dan efisiensi layanan navigasi penerbangan, serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi teknologi.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno dan Chief Executive Officer Airservices Australia Rob Sharp di kantor Airservices Australia, Canberra, Australia, pada Senin, 27 Juli 2026.
Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno mengatakan, kerja sama tersebut menjadi landasan kolaborasi kedua organisasi dalam menghadapi tantangan industri penerbangan yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik.
“Tujuan utamanya adalah bagaimana AirNav Indonesia dan Airservices Australia mewujudkan layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, efisien, dan berkelanjutan baik di wilayah udara Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik,” kata Avirianto.
Ruang lingkup kerja sama mencakup empat bidang utama, yakni modernisasi ruang udara dan inovasi operasional, pengembangan sumber daya manusia, keselamatan, risiko dan keberlanjutan, serta penyelarasan strategi internasional dan regional. Melalui kolaborasi tersebut, kedua organisasi akan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik guna mendukung transformasi layanan navigasi penerbangan.
Menurut Avirianto, kemitraan dengan Airservices Australia merupakan investasi strategis bagi masa depan layanan navigasi penerbangan Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
“Lebih dari itu, kerja sama ini juga memperkuat kontribusi Indonesia dalam mendorong kemajuan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.
Chief Executive Officer Airservices Australia Rob Sharp mengatakan kemitraan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat inovasi dan pengembangan kapabilitas penyedia layanan navigasi penerbangan di kawasan regional.
“Kami berharap, melalui kerja sama ini, AirNav Indonesia dan Airservices Australia dapat saling berbagi pengalaman dan keahlian terbaik untuk menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang memberikan manfaat bagi perkembangan industri penerbangan, khususnya di kawasan Asia Pasifik,” kata Rob Sharp.
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen AirNav Indonesia dan Airservices Australia untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan dalam mendukung kemajuan navigasi penerbangan, memperkuat konektivitas regional, serta mewujudkan sistem transportasi udara yang lebih aman, efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
AirNav Indonesia merupakan satu-satunya penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia. Perusahaan umum milik negara ini mengelola ruang udara seluas sekitar 7,79 juta kilometer persegi yang terbagi ke dalam Jakarta Flight Information Region (FIR) dan Makassar Flight Information Region (FIR), serta bertugas memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas penerbangan di wilayah udara Indonesia. (*)







