Jakarta, Semartara.News — Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin, meminta Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman segera melakukan gencatan senjata guna menjaga keselamatan jalur pelayaran internasional di Selat Bab el-Mandeb. Menurutnya, penghentian konflik menjadi langkah mendesak untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas sekaligus melindungi stabilitas perdagangan dan pasokan energi dunia.
Seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker di kawasan strategis Bab el-Mandeb yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, di Jakarta, Rabu (29/7), Ma’ruf Amin menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang dinilai tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga berdampak terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan kawasan maupun dunia Islam.
“Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi mutakhir ini. Beliau mengetuk hati nurani para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan pertikaian. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif,” ujar Masduki.
Sebagai kontribusi pemikiran dari Indonesia, Ma’ruf Amin menawarkan konsep “Jembatan Dialog Empat Pilar” sebagai pendekatan moderasi (wasathiyah) untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Pilar pertama adalah gencatan senjata kemanusiaan dengan menghentikan seluruh operasi militer kedua belah pihak, termasuk serangan di kawasan Bab el-Mandeb. Langkah ini dinilai penting untuk membuka ruang bantuan kemanusiaan sekaligus memastikan jalur perdagangan internasional tetap aman.
Pilar kedua ialah mengaktifkan kembali dialog internal umat (ukhuwah Islamiyah) melalui peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama para ulama dunia sebagai mediator yang netral. Menurut Ma’ruf Amin, konflik harus diselesaikan dalam semangat persaudaraan Islam, bukan melalui intervensi kepentingan pihak luar.
Pilar ketiga adalah rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik dengan mendorong Arab Saudi dan kelompok Houthi menyusun peta jalan (roadmap) keamanan kawasan yang saling menghormati kedaulatan masing-masing. Stabilitas Yaman dinilai menjadi bagian penting dari keamanan Arab Saudi, demikian pula sebaliknya.
Pilar keempat menitikberatkan pada jaminan keamanan jalur logistik internasional melalui pembentukan zona bebas konflik di Selat Bab el-Mandeb. Menurut Ma’ruf Amin, keamanan jalur tersebut penting untuk mencegah terganggunya distribusi barang dan energi yang dapat memicu inflasi global serta membebani masyarakat di berbagai negara.
Di akhir pernyataannya, Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia siap mendukung setiap upaya perdamaian yang ditempuh melalui dialog dan diplomasi.
“Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati. Yang tersisa hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan umat. Mari kita sudahi pertikaian ini dan bangun kembali jembatan dialog yang bermartabat,” kata Masduki menyampaikan pesan Ma’ruf Amin. (Aat SS)







