Kuala Lumpur, Semartara.News — Mathla’ul Anwar memperkuat kiprahnya di tingkat regional dengan meresmikan Perwakilan Mathla’ul Anwar (MA) Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (19/8/2026), untuk memperluas kerja sama di bidang dakwah dan pengembangan sumber daya manusia.
Peresmian sekaligus pelantikan pengurus Perwakilan MA Malaysia dipimpin Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Dr. KH Jazuli Juwaini, MA. Dalam kegiatan tersebut, Jazuli didampingi Wakil Ketua Umum PBMA Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muhammad Arif Kirdiat.
Pembentukan Perwakilan MA Malaysia menjadi bagian dari strategi PBMA memperluas jaringan organisasi di luar negeri sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara.
Kepengurusan Perwakilan MA Malaysia yang dilantik terdiri atas Muhammad Iqbal Kilwo, MA sebagai Ketua Majelis Amanah; Makmur Harun, Ph.D sebagai Ketua; Muhammad Gunawan Ali Syabana, S.Th.I sebagai Sekretaris; Muhammad Hizbi Islami, MIRKH sebagai Bendahara; serta Khoiruddin Nasution, MA sebagai Ketua Bidang Kerja Sama.
Jazuli mengatakan, keberadaan Perwakilan MA Malaysia memiliki prospek besar dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Malaysia, terutama karena kedua negara memiliki hubungan yang erat serta karakteristik masyarakat yang relatif dekat.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi syariah, industri halal, hingga penguatan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin.
“Kami optimistis Perwakilan Mathla’ul Anwar Malaysia dapat menjadi jembatan kerja sama yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan, dakwah, dan sosial Mathla’ul Anwar, baik di tanah air maupun di mancanegara,” kata Jazuli.
Jazuli menilai komposisi pengurus Perwakilan MA Malaysia menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan misi tersebut. Para pengurus berasal dari kalangan dosen, pengajar, dan mahasiswa Indonesia yang memiliki kualifikasi akademik magister dan doktoral di Malaysia.
Latar belakang akademik tersebut dinilai dapat memperkuat kapasitas Mathla’ul Anwar dalam membangun jejaring dengan perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi kemasyarakatan, serta mitra strategis lainnya.
Selain memperkuat dakwah, keberadaan Perwakilan MA Malaysia diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan sumber daya manusia sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Malaysia.
PBMA juga mendorong lahirnya program-program kolaboratif lintas negara yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan SDM, dan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dari upaya memperluas kontribusi Mathla’ul Anwar di kawasan.
Dengan hadirnya Perwakilan MA Malaysia, PBMA menegaskan komitmennya untuk membangun jaringan internasional yang mendukung penguatan pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta dakwah yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin. (*)







