Pesan MH Said Abdullah, Ajak Warga Madura Gemar Makan Jagung

  • Whatsapp
MH Said Abdullah
Anggota DPR RI Dari Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah. (Foto – Facebook/Said Abdullah).

Sumenep, Semartara.News – Anggota DPR RI dari Dapil XI Jawa Timur (Madura), MH Said Abdullah, menyerukan agar masyarakat Madura untuk beralih makan Jagung sebagai pengganti beras.

Bukan tanpa alasan, ajakan politisi Politisi PDI Perjuangan untuk kembali makan jagung, untuk kembali pada kebiasaan leluhur orang madura sebelum era 80 an, di mana penduduk di pulau garam bertumpu pada basis pangan lokal, yang kemudian akan menguatkan daya tahan ekonomi warga setempat.

Bacaan Lainnya

“Mari kembali beralih makan jagung sebagai pengganti beras seperti leluhur orang Madura di era sebelum tahun 80 an. Dengan bertumpu pada basis pangan lokal, akan menguatkan daya tahan ekonomi pangan warga Madura,” kata Ketua Banggar DPR ini dalam keterangan resminya, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, kata Said, Pulau Madura merupakan salah satu kawasan yang menjadi tulang punggung penghasil jagung nasional. Selain jagung hibrida, di Madura juga terdapat banyak varietas jagung lokal, seperti Burda, Guluk-guluk, dan Pod, yang menurutnya memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari rasa, hingga daya tahan jika disimpan.

“Jatim berkontribusi 21,8% produksi jagung nasional, dan suplai terbesarnya dari Madura. Selain jagung hibrida, di Madura banyak variestas jagung lokal seperti; burda, guluk guluk, dan pod. Bahkan varietas lokal ini dari sisi rasa jauh lebih gurih, jumlah bijian isinya kebih banyak dan lebih tahan lama bila dilakukan penyimpanan,” sambung MH Said Abdullah.

Dari sisi gizi dan kesehatan, terangnya, jagung memiliki Indeks glikemik yang rendah sehingga sangat ramah bagi penderita diabetes. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

“Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020,” tutupnya.

Pos terkait