Diskominfo Kabupaten Cirebon Edukasi Pelajar Cegah Hoaks dan Bijak Bermedia Sosial

Diskominfo Kabupaten Cirebon memberikan edukasi literasi digital kepada pelajar SMAN 1 Ciwaringin untuk cegah hoaks dan bijak bermedia sosial.
Pelajar SMAN 1 Ciwaringin bersama Diskominfo Kabupaten Cirebon dan mahasiswa KKN Bischara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta usai mengikuti kegiatan Literasi Digital tentang pencegahan hoaks dan penggunaan media sosial secara bijak. (Foto: Ist)

Cirebon, Semartara.News — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon mengedukasi puluhan pelajar SMAN 1 Ciwaringin agar lebih bijak menggunakan media sosial serta mampu menangkal penyebaran hoaks di ruang digital. Kegiatan Literasi Digital tersebut digelar bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bischara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (3/8/2026).

Sebanyak 40 siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Para peserta juga dibekali kemampuan mengenali informasi yang valid, mengidentifikasi berita bohong (hoaks), serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi saat beraktivitas di dunia digital.

Kepala SMAN 1 Ciwaringin, Suyanto, mengatakan media sosial memiliki banyak manfaat apabila dimanfaatkan secara positif. Namun, penyalahgunaannya dapat berdampak buruk terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Kalau kita bijak menggunakan media sosial, maka manfaatnya sangat besar. Kalau tidak bijak, media sosial justru bisa membunuh karakter kita sendiri,” ujar Suyanto.

Sementara itu, Ketua KKN Bischara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Zakaria Putra, menilai media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Karena itu, setiap pengguna perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan platform digital secara bertanggung jawab.

“Di era digital saat ini, kita semua tidak bisa lepas dari media sosial. Media sosial memiliki banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai ancaman. Oleh karena itu, kita harus bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakannya,” kata Zakaria.

Dalam kegiatan tersebut, Diskominfo Kabupaten Cirebon menghadirkan dua narasumber. Riza Gunawan menyampaikan materi mengenai empat pilar literasi digital, sedangkan Muhamad Mahrus memberikan edukasi tentang cara mengenali, memverifikasi, dan menangkal hoaks di media sosial.

Empat pilar literasi digital yang diperkenalkan kepada para peserta meliputi kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. Materi tersebut diharapkan mampu membekali pelajar agar lebih cakap dalam memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai dampak negatif penyebaran hoaks, pentingnya berpikir kritis sebelum membagikan informasi, serta langkah-langkah menjaga keamanan data pribadi di ruang digital.

Melalui kegiatan literasi digital ini, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cakap digital, bijak bermedia sosial, serta berperan aktif dalam mencegah penyebaran hoaks demi terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif. (Hijar/Red)

Tinggalkan Balasan