Surabaya, Semartara.News — Banteng Banten FC U-17 siap menunjukkan hasil kerja keras selama proses seleksi, pemusatan latihan, dan pertandingan uji coba pada ajang Soekarno Cup U-17 2026. Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Abraham Garuda Laksono mengatakan, kini saatnya para pemain membuktikan kemampuan mereka di panggung nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Abraham saat menyaksikan langsung pembukaan Soekarno Cup U-17 2026 di Lapangan 10 November Surabaya, Senin (10/8/2026). Turnamen nasional tersebut diikuti 16 provinsi dan menjadi panggung bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding.
“Pembukaan hari ini menjadi momentum bagi kami untuk melihat anak-anak tampil di panggung nasional. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, training camp, dan sejumlah uji coba, sekarang waktunya mereka menunjukkan hasil kerja kerasnya,” kata Abraham.
Menurut Abraham, perjalanan Banteng Banten menuju Soekarno Cup tidak berlangsung singkat. Proses pembentukan tim telah dimulai sejak tahap seleksi pada Mei, dilanjutkan dengan pemusatan latihan serta sejumlah pertandingan uji coba untuk mematangkan kesiapan skuad.
Sebanyak 25 pemain terbaik Banten akhirnya terpilih untuk memperkuat Banteng Banten FC dalam kompetisi tersebut. Mereka kini membawa tanggung jawab untuk mengharumkan nama Banten di tengah persaingan dengan tim-tim dari provinsi lain.
“Setelah proses panjang, Alhamdulillah, 25 pemain terbaik Banten bisa sampai di titik ini. Mereka bukan hanya membawa nama tim, tetapi membawa nama Banten,” ujar Abraham.
Target Juara Tetap Dipegang
Abraham mengatakan Banteng Banten tidak datang ke Soekarno Cup sekadar untuk berpartisipasi. Target memberikan hasil terbaik, termasuk peluang membawa pulang trofi, tetap menjadi motivasi bagi seluruh tim.
Namun, ia meminta para pemain tidak menjadikan target tersebut sebagai beban. Para pemain harus tetap tenang, percaya terhadap proses yang telah dijalani, serta menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin.
“Kami tentu punya target. Kami ingin memberikan yang terbaik dan kalau bisa membawa pulang Piala Soekarno Cup. Tetapi anak-anak harus tetap tenang, fokus, percaya pada proses, dan bermain dengan semangat serta sportivitas,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tampil di kompetisi nasional seperti Soekarno Cup sangat penting bagi perkembangan pemain usia muda. Selain menguji kemampuan teknis, pertandingan juga menjadi kesempatan bagi pemain untuk membangun mental, kedisiplinan, kerja sama, dan kepercayaan diri.
Abraham berharap para pemain Banteng Banten mampu menikmati setiap pertandingan dan menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju level yang lebih tinggi.
“Doakan dan dukung anak-anak Banten. Mudah-mudahan perjuangan mereka di Surabaya memberikan hasil terbaik dan menjadi awal perjalanan mereka menuju sepak bola profesional, bahkan Timnas Indonesia,” ujarnya.
Wanto Sugito Tekankan Sportivitas
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Wanto Sugito yang turut menyaksikan pembukaan Soekarno Cup menilai turnamen tersebut bukan hanya tentang perebutan trofi.
Menurut Wanto, kehadiran 16 provinsi menjadikan Soekarno Cup sebagai ruang pertemuan bagi pemain muda dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus belajar menghargai satu sama lain.
“Senang dan bangga bisa menyaksikan langsung pembukaan Soekarno Cup di Surabaya. Ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, disiplin, persatuan, dan sportivitas anak-anak muda kita,” ujar Wanto.
Ia meminta pemain Banteng Banten menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi. Semangat meraih kemenangan harus berjalan beriringan dengan sikap menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami tentu ingin Banten meraih hasil terbaik. Tetapi yang tidak kalah penting, anak-anak harus bertanding dengan disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, dan menjaga sportivitas. Menang itu penting, tetapi menang dengan cara yang terhormat jauh lebih penting,” katanya.
Wanto juga berharap Soekarno Cup mampu melahirkan pemain-pemain muda yang kelak menembus sepak bola profesional dan memperkuat Timnas Indonesia.
“Semoga dari panggung ini lahir pemain-pemain muda yang kelak bisa bermain di level profesional dan memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.
Soekarno Cup Jadi Panggung Talenta Muda
Soekarno Cup U-17 2026 resmi dibuka di Surabaya pada Senin (10/8/2026). Turnamen ini tidak hanya diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun mengatakan karakter pemain menjadi salah satu nilai penting yang harus dibangun melalui kompetisi.
“Karakter lebih penting daripada sekadar meraih trofi,” ujar Komarudin.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap kompetisi tersebut dapat menjadi pintu munculnya talenta-talenta baru yang mampu melangkah ke sepak bola profesional dan memperkuat Timnas Indonesia.
Dengan persiapan panjang yang telah dilalui, Banteng Banten kini siap menjalani persaingan di Soekarno Cup U-17 2026. Para pemain dituntut membuktikan kemampuan di lapangan sekaligus membawa semangat dan nama Banten dalam kompetisi nasional tersebut. (*)







