GPS Digital Academy Hadir di Tangsel, Generasi Muda Dibekali Skill Digital dan AI

GPS Digital Academy Tangsel membekali generasi muda dengan keterampilan digital, web programming, digital content, dan AI.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menyampaikan program pelatihan GPS Digital Academy yang membekali generasi muda dengan keterampilan digital, mulai dari digital content, web programming, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan cepat dalam dunia kerja dan industri kreatif. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghadirkan GPS Digital Academy & Innovation Center sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan digital.

Program tersebut resmi diluncurkan di Masjid Raya Al-Kautsar, Vila Dago Pamulang, Kelurahan Benda Baru, Sabtu (29/8/2026). Kehadirannya diarahkan untuk membekali generasi muda dengan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan ekosistem digital saat ini.

Tidak hanya mengenalkan penggunaan teknologi, GPS Digital Academy memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari sejumlah keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi bekal pendidikan maupun dunia kerja.

Pelatihan angkatan pertama program tersebut telah berlangsung sejak 15 Agustus 2026 dan diikuti 62 peserta dari berbagai latar belakang.

Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan program tersebut dirancang sebagai inkubator keterampilan praktis agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat.

“Peserta dibagi ke dalam dua fokus kelas keahlian, yakni kelas digital content dan kelas fundamental web programming yang dipadukan secara langsung dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI assisted),” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Dua bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi digital. Kelas digital content memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan membuat dan mengelola konten, sementara fundamental web programming memperkenalkan dasar-dasar pemrograman untuk membangun produk berbasis web.

Penggunaan AI kemudian menjadi bagian dari proses pembelajaran. Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami teknologi yang sedang berkembang, tetapi juga mengenal bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses kreatif maupun pengembangan teknologi.

Pendekatan tersebut menjadi penting di tengah perubahan kebutuhan industri digital. Kemampuan menggunakan teknologi secara produktif dinilai semakin dibutuhkan, terutama ketika AI mulai digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan dan aktivitas kreatif.

Asep mengatakan kehadiran GPS Digital Academy diharapkan dapat memperluas akses generasi muda terhadap pembelajaran teknologi modern. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses transformasi digital di Tangerang Selatan.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Diskominfo menggagas program ini untuk menjawab kebutuhan talenta digital yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas keagamaan, dan lembaga pendidikan. Kerja sama itu diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Tangsel Digital Academy antara Diskominfo Tangsel, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), serta Institut Teknologi dan Sains (ITTS).

Sebelumnya, GPS Tangsel bersama Diskominfo memang telah mendorong pelatihan digital bagi remaja masjid dengan materi seperti pembuatan konten, coding, dan pengenalan AI. Program ini diarahkan agar generasi muda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan karya dan memanfaatkan teknologi secara produktif.

Kehadiran GPS Digital Academy sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan yang semakin relevan dengan era digital. Dengan pembelajaran yang menggabungkan konten kreatif, pemrograman, dan AI, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih beragam untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Lebih jauh, kemampuan tersebut dapat menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan karya digital, membangun portofolio, hingga membuka peluang baru di tengah pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Melalui GPS Digital Academy & Innovation Center, Pemkot Tangsel berharap pengembangan talenta digital dapat dilakukan secara lebih dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar mengejar kemampuan menggunakan teknologi, program ini diarahkan untuk membangun generasi muda yang mampu memahami, menciptakan, dan memanfaatkan teknologi secara positif.

Dengan semakin luasnya penggunaan AI, kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda Tangsel tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan teknologi, tetapi turut mengambil bagian sebagai pelaku dan pencipta inovasi digital. (*)

Tinggalkan Balasan