Pegadaian Cirendeu Dorong Pengemudi Ojek Pangkalan Melek Keuangan dan Investasi Emas

Komunitas ojek pangkalan mendapat edukasi keuangan dari Pegadaian Cirendeu, mulai dari menabung hingga investasi emas.
Sesi tanya jawab menjadi bagian dari edukasi literasi keuangan Pegadaian Area Cirendeu bersama komunitas ojek pangkalan. Peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar pengelolaan pendapatan, tabungan, dana darurat, hingga investasi emas. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — PT Pegadaian Area Cirendeu mendorong para pengemudi ojek pangkalan (opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya agar semakin melek keuangan dan mulai mengenal investasi emas. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi literasi keuangan yang diikuti puluhan anggota komunitas ojek pangkalan di The Gade Creative Lounge PKN STAN, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja sektor informal yang setiap hari mengandalkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Dalam edukasi tersebut, para pengemudi mendapatkan pembekalan mengenai cara mengelola pendapatan harian, mengatur pengeluaran, menyisihkan penghasilan untuk tabungan, menyiapkan dana darurat, hingga mengenal pilihan investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah investasi emas melalui tabungan emas Pegadaian. Instrumen tersebut dikenalkan sebagai salah satu alternatif untuk membangun kebiasaan investasi secara bertahap sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pengemudi ojek pangkalan merupakan bagian dari pelaku ekonomi kerakyatan yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi penting bagi pekerja dengan pendapatan harian agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola secara lebih terencana.

“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan, memiliki perencanaan keuangan yang kuat dan tidak rentan terhadap risiko finansial harian. Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Pegadaian berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan uang yang praktis, aman, dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka,” ujar Maryono.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Cirendeu, Puji Widodo, menegaskan pentingnya pendampingan secara langsung kepada komunitas masyarakat agar mereka dapat memahami sekaligus memanfaatkan layanan keuangan secara tepat.

Ia mengatakan komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal sehingga perlu didukung dengan pemahaman finansial yang memadai.

“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas,” jelas Puji Widodo.

Selain investasi emas, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai layanan digital Pegadaian, termasuk aplikasi Pegadaian Digital dan layanan Tring!. Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat melakukan transaksi secara mandiri dengan lebih cepat, aman, dan terencana.

Materi edukasi juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Para pengemudi didorong untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran berdasarkan prioritas, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat.

Tak hanya memberikan edukasi, Pegadaian Area Cirendeu turut memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada para peserta. Bantuan tersebut juga disertai perlengkapan kerja berupa rompi operasional Tring! untuk mendukung aktivitas para pengemudi saat menjalankan pekerjaan.

Pegadaian menilai kegiatan tersebut tidak sebatas bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan.

Melalui kegiatan ini, para pengemudi ojek pangkalan diharapkan tidak hanya mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan lebih baik, tetapi juga mulai membangun kebiasaan menabung serta memahami pilihan investasi yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuangan.

Dengan mengedepankan edukasi dan pendampingan, Pegadaian berupaya mendorong masyarakat agar semakin mandiri dalam mengambil keputusan finansial serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan