Hari Bakti Dokter Indonesia, Kemensos dan Perdami Banten Buka Akses Operasi Katarak Gratis

Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 diisi dengan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu di Kabupaten Tangerang.
Petugas medis melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu pasien dalam rangkaian bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang digelar dalam peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 ini menjadi wujud kolaborasi Kemensos RI dan Perdami Banten untuk memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat rentan. (Foto: Ist)

Tangerang Semartara.News – Peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 menjadi momentum untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah Banten menggelar bakti sosial operasi katarak gratis di RSUD Kabupaten Tangerang, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan yang turut didukung Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut menyasar masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desil 1 hingga Desil 5. Sebanyak 66 pasien mengikuti operasi katarak gratis pada kesempatan tersebut.

Pelaksanaan bakti sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, sekaligus upaya menekan angka kebutaan akibat katarak yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.

Ketua Perdami Banten, Dr. Darmawan M. Sophian, mengatakan peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia tidak hanya menjadi ajang refleksi profesi kedokteran, tetapi juga momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, akses kesehatan yang merata harus terus diperjuangkan, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang dapat disembuhkan melalui tindakan operasi, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar Darmawan.

Hadirkan Layanan Kesehatan yang Lebih Inklusif

Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan bahwa keterlibatan Kemensos RI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat rentan mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Penerima manfaat yang mengikuti operasi ini telah melalui proses pendataan bersama Dinas Sosial Kabupaten Tangerang. Kami memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan dukungan pemerintah,” kata Siti.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan organisasi profesi dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif.

Gunakan Metode Operasi Modern

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Perdami Banten menerjunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata yang bekerja sama dengan tim medis RSUD Kabupaten Tangerang.

Operasi dilakukan menggunakan teknik Phacoemulsification atau fakoemulsifikasi, yakni metode operasi katarak modern yang menggunakan sayatan kecil sehingga proses tindakan lebih cepat dan masa pemulihan pasien relatif singkat.

“Teknik ini memungkinkan pasien mendapatkan hasil yang lebih baik dengan proses penyembuhan yang lebih cepat. Harapannya, mereka bisa segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman,” jelas Darmawan.

Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Endang Widyastiwi, mengatakan rumah sakit telah menyiapkan empat ruang operasi beserta tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Selain tindakan operasi, pihak rumah sakit juga memberikan layanan pemeriksaan pascaoperasi guna memastikan kondisi pasien tetap terpantau dengan baik.

Wujud Bakti Dokter untuk Masyarakat

Bagi para peserta, program ini bukan sekadar layanan kesehatan gratis, melainkan kesempatan untuk mendapatkan kembali kualitas hidup yang lebih baik.

Salah satu pasien asal Kecamatan Cisoka, Sopian, mengaku bersyukur dapat mengikuti operasi katarak tanpa harus memikirkan biaya yang besar.

“Saya sangat berterima kasih karena program ini sangat membantu. Selama ini penglihatan saya terganggu untuk beraktivitas. Alhamdulillah sekarang bisa mendapatkan operasi dengan pelayanan yang baik dan tanpa biaya,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, H. Aziz Gunawan, menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak hingga tingkat kecamatan.

Melalui momentum Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118, kolaborasi antara Kemensos RI, Perdami Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan RSUD Kabupaten Tangerang diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan menekan angka kebutaan akibat katarak. (*)

Tinggalkan Balasan