Kapolres Cup Tangsel Jadi Tolok Ukur Kesiapan Atlet Mini 4WD Menuju Porprov 2026

Kejuaraan Kapolres Cup Tangsel digelar di Teras Kota Serpong untuk memetakan kekuatan atlet Mini 4WD jelang Porprov Banten.
Kejuaraan Kapolres Cup Tangsel menjadi wadah pembinaan sekaligus pemetaan kekuatan atlet Mini 4WD Kota Tangerang Selatan dalam menghadapi persaingan di Porprov Banten 2026. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Kejuaraan Kapolres Cup Tangsel dimanfaatkan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangerang Selatan sebagai tolok ukur kesiapan atlet Mini 4WD menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Ajang ini sekaligus menjadi sarana mengukur kemampuan atlet serta memetakan kekuatan para pesaing dari berbagai daerah.

Kejuaraan yang berlangsung di Mal Teras Kota, Serpong, selama dua hari itu diikuti ratusan pebalap Mini 4WD dari wilayah Jabodetabek. Panitia mempertandingkan dua kelas, yakni Indonesian Damper Class (IDC) pada Sabtu (18/7) dan Indonesian Open Class (IOC) pada Minggu (19/7).

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Mini 4WD IMI Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma, mengatakan penyelenggaraan Kapolres Cup merupakan bagian dari program pembinaan atlet menuju Porprov Banten 2026. Apalagi, Kota Tangsel akan menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Event ini kami laksanakan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2026, di mana Tangsel menjadi tuan rumah. Sekaligus menjadi ajang try out dan pemetaan kekuatan atlet maupun calon lawan dari kota dan kabupaten lain,” ujar Heris.

Menurutnya, kelas IDC diikuti sekitar 20 tim dengan total sekitar 150 peserta, sedangkan kelas IOC diikuti 15 tim yang beranggotakan sekitar 100 peserta. Sebagian besar peserta berasal dari wilayah Jabodetabek.

Heris menilai kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi atlet Tangsel untuk mengukur kemampuan sekaligus membaca peta persaingan menjelang Porprov.

“Kami ingin melihat kemampuan atlet Tangsel sekaligus memetakan kekuatan lawan. Harapannya nanti kita bisa lebih siap dan meraih medali emas di Porprov 2026,” katanya.

Panitia juga menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta, terdiri atas Rp10 juta untuk kelas IDC dan Rp5 juta untuk kelas IOC. Selain menentukan juara pertama hingga keempat, panitia memberikan penghargaan Best Time Overall kepada tim yang mencatatkan waktu tercepat dalam tiga putaran lintasan.

Berbeda dengan balapan individu, Mini 4WD pada kejuaraan ini menggunakan sistem beregu. Setiap tim diperkuat enam pebalap yang bekerja sama untuk melaju hingga babak final.

“Yang bertanding adalah tim, bukan individu. Satu tim terdiri dari enam racer,” jelas Heris.

Sementara itu, Panitia Teknis Kapolres Cup, Pojay, menjelaskan seluruh perlombaan mengacu pada regulasi resmi IMI. Saat ini terdapat tiga kelas yang diakui, yakni Indonesian Basic Class (IBC), Indonesian Damper Class (IDC), dan Indonesian Open Class (IOC). Namun, pada Kapolres Cup hanya kelas IDC dan IOC yang dipertandingkan.

Menurutnya, kelas IDC masih menerapkan pembatasan modifikasi sehingga kendaraan bersifat plug and play. Adapun pada kelas IOC, peserta memiliki keleluasaan lebih dalam melakukan modifikasi, namun tetap harus memenuhi ketentuan teknis sesuai regulasi IMI.

“Kalau IOC modifikasinya lebih bebas, tetapi tetap ada batasannya sesuai aturan IMI,” ujar Pojay.

Ia menambahkan, seluruh peserta harus melewati babak penyisihan dengan menyelesaikan tiga putaran lintasan untuk mendapatkan tiket ke fase berikutnya. Dari tahap tersebut, jumlah tim akan terus disaring hingga tersisa para finalis.

“Semakin lama persaingan akan semakin mengerucut hingga menghasilkan juara. Biasanya berlangsung sampai enam babak,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan