Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong penguatan peran masjid dan musala sebagai pusat dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat melalui program digitalisasi rumah ibadah. Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah membangun jaringan masjid dan musala yang saling terkoneksi dalam satu ekosistem digital.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, saat menghadiri kegiatan Safari Subuh di Masjid Al-Huda, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Asep, digitalisasi tidak hanya bertujuan menghadirkan akses internet di lingkungan masjid, tetapi juga membangun keterhubungan antarrumah ibadah agar informasi dan kegiatan keagamaan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem masjid yang saling terhubung. Dengan masjid yang terkoneksi, berbagai kegiatan keagamaan, kajian, maupun program sosial dari satu masjid dapat diketahui dan diikuti oleh masyarakat di wilayah lainnya,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel melalui Diskominfo telah memfasilitasi akses internet gratis di ratusan masjid dan musala sebagai fondasi pengembangan jaringan tersebut. Selain itu, pengurus rumah ibadah juga diberikan dukungan berupa layanan situs web, hosting, server, dan penyimpanan data secara gratis.
Asep menjelaskan, keberadaan platform digital akan membantu masjid dan musala dalam menyebarluaskan informasi kegiatan, jadwal kajian, program pendidikan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan secara lebih efektif.
Dengan sistem yang saling terhubung, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi dari masjid di lingkungannya, tetapi juga dapat mengakses berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di wilayah lain di Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah perkembangan era digital.
“Masjid memiliki fungsi yang sangat luas, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat fungsi tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, integrasi jaringan masjid dan musala diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih besar antarpengurus rumah ibadah, baik dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan, pendidikan, maupun program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap lahir ekosistem keagamaan yang lebih modern, inklusif, dan terhubung, sehingga manfaat dakwah serta pendidikan Islam dapat menjangkau lebih banyak warga secara efektif.
“Itulah misi yang sedang kami bangun, yakni menghubungkan seluruh jaringan yang ada dengan masjid dan musala di Kota Tangerang Selatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkas Asep. (*)







