Environmental Journalist Network Dideklarasikan di Kabupaten Tangerang, Perkuat Kolaborasi Pelestarian Lingkungan

Deklarasi Environmental Journalist Network di Tangerang diwarnai penanaman 10 ribu mangrove sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid bersama deklarator Environmental Journalist Network (EJN), tamu undangan, dan peserta kegiatan memperlihatkan bibit mangrove sebelum penanaman 10 ribu batang mangrove di kawasan pesisir Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026), sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan pelestarian lingkungan pesisir. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Environmental Journalist Network (EJN) atau Jaringan Jurnalis Lingkungan resmi dideklarasikan di Kabupaten Tangerang sebagai wadah kolaborasi antara insan pers, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Deklarasi berlangsung di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/6/2026).

Deklarasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid tersebut menjadi momentum penguatan peran jurnalis dalam mengawal isu-isu lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam aksi nyata pelestarian alam.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 itu menandai lahirnya Environmental Journalist Network sebagai jaringan wartawan yang tidak hanya berfokus pada pemberitaan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.

Environmental Journalist Network (EJN) didinamisatori oleh Sri Mulyo, Ketua PWI Kabupaten Tangerang periode 2022–2025. Pembentukan jaringan ini dilandasi kesadaran bahwa tantangan lingkungan hidup saat ini membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Selain Bupati Tangerang, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tangerang Rudi Hartono, Camat Mauk Angga Yuliyanto, Sekcam Teluknaga Ferry Zulfian, Sekcam Sukadiri Ahmad Jajuli, unsur akademisi, komunitas lingkungan Banksasuci, serta para pelajar.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta melakukan penanaman 10 ribu batang mangrove di kawasan pesisir Ketapang bersama PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang. Penanaman tersebut merupakan kelanjutan dari program rehabilitasi lingkungan yang telah dilakukan perusahaan sejak 2018 dengan total penanaman mencapai 183 ribu pohon mangrove.

Kegiatan juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Hima Ilkom) FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) serta SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Penampilan Marching Band Panca Widya Karya SMKN 5 Kabupaten Tangerang, yang pernah meraih Juara II Piala Presiden 2019, turut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiatif para wartawan yang tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Kami bangga sekali profesi wartawan menambah aktivitasnya dengan aksi terhadap lingkungan. Inilah yang membedakan wartawan Kabupaten Tangerang dengan wartawan lainnya. Bukan hanya memberitakan, tetapi juga langsung melakukan aksi,” ujar Maesyal Rasyid.

Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam isu lingkungan dapat menjadi kekuatan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Wilayah Kabupaten Tangerang sekitar 71 persen masih berupa kawasan pedesaan. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi antara lingkungan, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Maesyal juga mengungkapkan bahwa kawasan Ketapang Urban Aquaculture telah menjadi salah satu model pengelolaan kawasan pesisir yang mendapat perhatian luas. Kawasan tersebut bahkan pernah dikunjungi kepala daerah dari 12 negara di Asia Timur, sejumlah menteri, hingga Kapolri.

Sementara itu, Sri Mulyo selaku Ketua Presidium Environmental Journalist Network (EJN) mengatakan bahwa pembentukan jaringan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas dan peran wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional dan berkelanjutan.

“Environmental Journalist Network hadir sebagai wadah kolaborasi para jurnalis yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Kami ingin memperkuat kapasitas dan peran wartawan dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan secara profesional, kritis, dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyo.

Ia menegaskan bahwa EJN tidak hanya berorientasi pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung para wartawan dalam berbagai kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.

“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa menjadi bagian dari solusi. Selain memberitakan persoalan lingkungan, kami juga ingin terlibat dalam aksi nyata, mulai dari penanaman pohon, konservasi pesisir, edukasi masyarakat, hingga mendukung program-program pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sri Mulyo berharap EJN dapat menjadi jembatan kolaborasi antara media, pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui EJN, kami ingin membangun budaya jurnalisme lingkungan yang kuat sekaligus mendorong lahirnya gerakan kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kholisul Fatihkin, Department Sustainability Head PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Mill Tangerang, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem pesisir.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus mengawal berbagai program pelestarian lingkungan agar berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dengan deklarasi tersebut, Environmental Journalist Network berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan jurnalisme lingkungan yang berkualitas, mengawal kebijakan publik yang berpihak pada keberlanjutan, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang maupun wilayah lainnya.

Berikut Tim 9 (Deklarator) ENJ:

1. Sri Mulyo
2. Ade Yunus
3. A. Rizki Suhardi
4. Mohamad Romli
5. Fajar Aditya Kusuma
6. Rahmat Halawa
7. Ahmad Yanuar
8. Suryadi Abet
9. Rizani Wirgus Worodiyanto. (*)

Tinggalkan Balasan