Dinkes Kabupaten Tangerang Dorong Sekolah Aktif Cegah Risiko HIV dan IMS pada Remaja

Pencegahan HIV dan IMS pada remaja diperkuat Dinkes Kabupaten Tangerang melalui edukasi kesehatan reproduksi dan kolaborasi sekolah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama unsur pendidikan dan berbagai elemen masyarakat berfoto bersama usai Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor untuk memperkuat upaya pencegahan HIV dan infeksi menular seksual (IMS) pada remaja. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan edukasi kesehatan reproduksi serta upaya mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). (Foto: Istimewa)

Tangerang, Semartara.News — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mendorong sekolah lebih aktif mencegah risiko HIV dan infeksi menular seksual (IMS) pada remaja melalui penguatan edukasi kesehatan, pendampingan, dan pembentukan perilaku hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor yang digelar Dinkes Kabupaten Tangerang di Vega Hotel, Gading Serpong, Kamis (10/9/2026). Forum ini melibatkan sekitar 80 peserta dari sektor kesehatan, lingkungan pendidikan melalui Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat SMP, serta berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan pola pendampingan remaja yang lebih efektif.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Dewi Yuliana Lestari, M.K.M., menegaskan pentingnya langkah promotif dan preventif yang intensif serta terpadu sejak usia remaja.

“Melalui koordinasi lintas sektor ini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan reproduksi yang benar dan ramah remaja,” ujar Dewi.

Ia menilai keterlibatan aktif sekolah dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mewujudkan generasi muda yang sehat sekaligus membangun empati guna menghapus stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).

Guru BK dan UKS Didorong Berperan Aktif

Sektor pendidikan, khususnya lingkungan sekolah, dinilai memegang peranan strategis dalam membendung laju penularan HIV dan IMS.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta program pengembangan karakter didorong bergerak aktif membangun pemahaman dan keterampilan hidup sehat pada siswa.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T., mengatakan penanganan risiko perilaku pada remaja memerlukan aksi nyata lintas instansi.

Menurutnya, pendidikan karakter dan mental peserta didik perlu menjadi fokus penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan hebat.

“Seluruh pihak harus meningkatkan pemahaman dan kontribusi sesuai kewenangannya. Dengan komitmen bersama ini, program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang dapat berjalan optimal, menaikkan kesadaran siswa, serta menekan risiko penularan secara signifikan,” ungkap Dedy.

Diperkuat Edukasi HIV dan IMS

Pertemuan lintas sektor tersebut menghadirkan Aria Ahmad Mangunwibawa, S.Psi., M.Si., M.Pd., dari UPT Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten sebagai narasumber utama.

Ia membawakan materi mengenai upaya “Membangun Anak Indonesia Hebat yang Sehat, Cerdas, Berkarakter, dan Produktif”.

Pertemuan juga diisi pemaparan situasi terkini oleh Tim Dinkes Kabupaten Tangerang serta pembekalan edukasi dasar mengenai HIV dan IMS oleh dr. Tri Widia Ningsih. Kegiatan tersebut dipandu Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang selaku moderator.

Dinkes Kabupaten Tangerang berharap koordinasi lintas sektor tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial. Forum ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara Puskesmas, pihak sekolah, KPA Kabupaten Tangerang, dan lembaga pendamping masyarakat seperti KDS Bougenville Sehati.

Sinergi tersebut ditujukan untuk mewujudkan lingkungan satuan pendidikan yang edukatif, sehat, dan protektif demi melindungi masa depan generasi muda di Kabupaten Tangerang. (*)

Tinggalkan Balasan