Kota Tangsel, Semartara.News — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng PLN untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan instalasi listrik kepada 50 anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pelatihan Redkar yang digelar untuk memperkuat pemahaman relawan mengenai pencegahan kebakaran, khususnya potensi bahaya yang berkaitan dengan instalasi listrik di lingkungan masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan Damkar Tangsel Mohamad Muksin mengatakan, materi mengenai keselamatan instalasi listrik diberikan untuk menambah pengetahuan anggota Redkar dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Sebanyak 50 anggota Redkar mengikuti simulasi ini. Tujuannya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan anggota Redkar dalam membantu masyarakat menghadapi kejadian kebakaran dan keadaan darurat di wilayah Pisangan,” ujar Muksin.
Menurut Muksin, aspek pencegahan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kebakaran. Karena itu, Redkar tidak hanya dibekali pengetahuan mengenai penanganan awal ketika kebakaran terjadi, tetapi juga pemahaman mengenai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari PLN memberikan edukasi terkait keselamatan instalasi listrik. Materi ini diharapkan dapat membantu anggota Redkar mengenali aspek keselamatan kelistrikan sekaligus meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kepala Damkar Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, keberadaan Redkar memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari posisi relawan yang berada lebih dekat dengan warga dan lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau ada kejadian kebakaran, mereka tidak bingung harus melakukan apa. Tadi disimulasikan bagaimana cara melakukan upaya pemadaman saat terjadi kebakaran,” ujar Ahmad.
Selain memperoleh edukasi keselamatan listrik, 50 anggota Redkar juga mengikuti simulasi penanganan awal kebakaran. Dalam simulasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan setelah menerima laporan kejadian serta cara membantu petugas Damkar ketika berada di lokasi.
Redkar juga diperkenalkan dengan sejumlah tugas pendukung, seperti membantu menarik selang dan menggulung kembali selang setelah digunakan. Namun, Ahmad menegaskan bahwa relawan tetap harus bekerja sesuai batas kewenangannya.
“Anggota Redkar tidak diperbolehkan memegang nozzle atau melakukan tindakan yang menjadi kewenangan petugas Damkar. Perannya membantu petugas dalam penanganan awal kebakaran,” katanya.
Untuk menunjang kesiapsiagaan di lingkungan masyarakat, Damkar Tangsel turut memberikan sejumlah peralatan kepada Redkar. Peralatan tersebut meliputi alat pemadam api ringan (APAR), pompa air Alkon, dan handy talky (HT).
Muksin menambahkan, keterlibatan masyarakat melalui Redkar diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh, relawan dapat turut mengedukasi warga mengenai keselamatan lingkungan, termasuk kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik.
“Tujuannya membentuk masyarakat yang tanggap dan peduli terhadap keselamatan lingkungan, sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu penanggulangan kebakaran,” pungkasnya. (*)







