Jelang Porprov 2026, PBFI Tangsel dan Bogor Bertukar Pengalaman soal Persiapan Atlet

PBFI Tangsel dan Bogor bertukar pengalaman terkait pembinaan serta persiapan atlet menjelang Porprov 2026.
Pengurus PBFI Kota Tangerang Selatan dan PBFI Kota Bogor berfoto bersama usai bertukar informasi mengenai pembinaan dan persiapan atlet menjelang pelaksanaan Porprov 2026. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan PBFI Kota Bogor, Jawa Barat, saling bertukar pengalaman mengenai persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian dari komunikasi antarpengurus untuk mengetahui berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan atlet, mulai dari proses pembinaan hingga kesiapan menghadapi pertandingan.

Kegiatan berlangsung di kawasan Serpong Utara, Kota Tangsel, Sabtu (19/9/2026), saat jajaran PBFI Kota Bogor berkunjung dan bertemu dengan pengurus PBFI Tangsel.

Ketua PBFI Kota Tangsel Firman mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling berbagi informasi mengenai kondisi dan persiapan masing-masing daerah menjelang Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Menurutnya, pertukaran informasi penting dilakukan mengingat waktu menuju pelaksanaan Porprov semakin dekat. Pengalaman dari daerah lain dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat berbagai kebutuhan yang masih harus dipersiapkan.

“Ini silaturahmi berbalas. Sekitar enam bulan lalu kami dari PBFI Tangsel berkunjung ke Kota Bogor, sekarang mereka yang datang ke Tangsel,” kata Firman.

Persiapan Atlet Jadi Perhatian

Firman menyebut kesiapan atlet menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain kemampuan dan pembinaan, dukungan terhadap kebutuhan atlet juga menjadi bagian penting agar persiapan dapat berjalan secara optimal.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi di internal PBFI Tangsel, terutama berkaitan dengan kesiapan sistem dan dukungan terhadap kebutuhan atlet.

Firman berharap dukungan anggaran untuk kebutuhan atlet dapat segera direalisasikan. Menurutnya, keterbatasan waktu menuju Porprov membuat berbagai kebutuhan persiapan perlu segera dipastikan.

“Ini tinggal sekitar 54 hari lagi. Jangan sampai kita sebagai tuan rumah kurang persiapan dan akhirnya kita sendiri yang malu,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi yang disampaikan tersebut ditujukan untuk memperbaiki sistem kerja dan bukan kepada individu tertentu di lingkungan KONI Tangsel.

PBFI Bogor Belajar dari Pengalaman Tangsel

Sementara itu, Ketua Umum PBFI Kota Bogor Gina Agustin Fitriani atau Gina Sheila mengatakan, kunjungan ke Tangsel salah satunya bertujuan memperoleh gambaran mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum atlet turun dalam Porprov.

“Kita ke sini hanya ingin mencari edukasi dan silaturahmi. Supaya tahu ketika nanti akan turun, persiapannya apa saja yang harus dipersiapkan,” kata Gina.

Menurut Gina, komunikasi antarpengurus, pelatih, dan atlet dari kedua daerah diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam proses pembinaan.

Dengan bertukar pengalaman, masing-masing daerah dapat memperoleh sudut pandang lain mengenai proses persiapan atlet tanpa menjadikan pertemuan tersebut sebagai ajang untuk membandingkan kemampuan.

Gina menegaskan, masukan yang diperoleh dari PBFI Tangsel maupun pengalaman yang dibawa PBFI Bogor dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan masing-masing daerah.

Komunikasi Pembinaan Berlanjut

Gina berharap komunikasi antara PBFI Bogor dan PBFI Tangsel tidak berhenti pada persiapan Porprov 2026. Menurutnya, hubungan antarpengurus dapat dikembangkan melalui kegiatan bersama yang mendukung pembinaan atlet.

Salah satunya melalui coaching clinic maupun event olahraga yang dapat menjadi ruang bagi atlet dan pelatih untuk memperoleh pengalaman tambahan.

“Ke depannya mungkin kita bisa membuat event sama-sama, atau apa pun, saling support, khususnya di bidang memajukan olahraga binaraga dan PBFI,” ujarnya.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi PBFI Tangsel dan PBFI Bogor dalam mempersiapkan atlet sekaligus memperkuat komunikasi pembinaan olahraga binaraga antardaerah menjelang Porprov 2026. (*)

Tinggalkan Balasan