Kota Tangsel, Semartara.News — Layanan transportasi umum yang menghubungkan Pondok Cabe hingga Alam Sutera di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan memasuki tahap uji coba selama sekitar tiga bulan. Pada tahap awal, layanan tersebut akan menggunakan dua hingga tiga kendaraan jenis HiAce.
Uji coba dilakukan untuk melihat respons masyarakat sekaligus mengevaluasi pola operasional layanan sebelum Pemkot Tangsel menentukan pengembangan armada dan layanan secara lebih luas.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, rencana layanan tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel dan perusahaan transportasi yang berminat mengoperasikan trayek tersebut.
Menurut Pilar, penggunaan HiAce menjadi tahap awal karena pemerintah perlu melihat tingkat kebutuhan masyarakat sebelum menentukan jenis kendaraan dengan kapasitas lebih besar.
“Nanti awalnya mereka akan menggunakan dua sampai tiga kendaraan HiAce untuk melihat respons masyarakat,” kata Pilar, Kamis (20/8/2026).
Selain mengukur minat masyarakat, masa uji coba juga akan digunakan untuk mengevaluasi sejumlah aspek teknis. Di antaranya menentukan titik pemberhentian, waktu operasional, serta pola layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan penumpang.
Rute Pondok Cabe–Alam Sutera dinilai memiliki potensi penumpang karena menghubungkan kawasan permukiman dengan sejumlah pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, hasil uji coba akan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan keberlanjutan dan peningkatan kapasitas layanan.
Jika jumlah penumpang menunjukkan kebutuhan yang tinggi, kendaraan yang digunakan dapat ditingkatkan menjadi armada berkapasitas lebih besar, seperti bus 3/4.
“Kalau memang respons masyarakat tinggi dan demand-nya tinggi, nanti bisa menggunakan kendaraan yang lebih besar, seperti bus 3/4,” ujarnya.
Pilar menegaskan, pengoperasian layanan baru tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penambahan kendaraan. Pemkot Tangsel juga ingin memastikan layanan transportasi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, evaluasi selama masa uji coba akan menjadi dasar untuk melihat apakah jumlah armada perlu ditambah, jenis kendaraan perlu ditingkatkan, atau pola operasional perlu disesuaikan.
Selain aspek armada, Pemkot Tangsel juga mendorong agar layanan memiliki waktu tunggu yang tidak terlalu panjang. Interval kedatangan kendaraan diharapkan berada pada kisaran 15 hingga maksimal 20 menit.
“Nanti kalau sudah fix, kita juga mau melakukan penataan sepanjang koridor, apakah halte, bus stop, marka jalan dan sebagainya,” katanya.
Penataan koridor akan dilakukan setelah skema layanan ditetapkan. Pemkot Tangsel juga akan melibatkan berbagai pihak dalam proses sosialisasi, mulai dari kelurahan, kecamatan, sekolah, pengembang perumahan, pengurus RW hingga pelaku usaha angkutan umum di sepanjang jalur.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan baru dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi transportasi yang sudah ada.
Pilar berharap uji coba selama tiga bulan dapat memberikan gambaran yang cukup mengenai potensi penumpang dan kebutuhan layanan. Hasil evaluasi nantinya akan menentukan apakah layanan Pondok Cabe–Alam Sutera dapat dikembangkan dengan armada yang lebih besar dan cakupan layanan yang lebih optimal. (*)






