Cilegon, Semartara.News — Konsistensi performa para atlet mengantarkan cabang olahraga (cabor) menembak Kabupaten Tangerang menguasai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Banten 2026. Bertanding di Kota Cilegon, kontingen Kabupaten Tangerang berhasil meraih total 12 medali, terdiri atas 5 emas, 4 perak, dan 3 perunggu, sekaligus memastikan diri sebagai juara umum cabor menembak.
Sejak hari pertama pertandingan, atlet-atlet Kabupaten Tangerang tampil impresif di berbagai nomor yang dipertandingkan. Ketajaman teknik, fokus, dan ketenangan saat berlaga menjadi modal utama dalam mengungguli para pesaing dari kabupaten dan kota lain di Banten.
Lima medali emas yang diraih menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet muda yang selama ini dilakukan Perbakin Kabupaten Tangerang. Beberapa nomor yang menyumbangkan medali emas di antaranya Air Pistol Mixed Team dan Benchrest 25 Meter Putra.
Pelatih Kontingen Menembak Kabupaten Tangerang, Mangku Alam Syah, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih para atletnya. Menurut dia, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan berlangsung.
“Alhamdulillah, hasil ini merupakan buah dari kerja keras seluruh atlet yang telah menjalani latihan dengan disiplin dan penuh semangat,” kata Alam Syah, dilansir Selasa (16/6/2026).
Selain mendominasi perolehan medali emas, atlet Kabupaten Tangerang juga menambah koleksi medali melalui raihan empat medali perak dan tiga medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan lainnya.
Alam Syah menilai persaingan cabor menembak pada Popda Banten 2026 berlangsung semakin kompetitif. Kualitas atlet dari berbagai daerah terus meningkat sehingga setiap pertandingan berjalan ketat dan menuntut konsentrasi tinggi.
Meski demikian, para atlet Kabupaten Tangerang mampu menjaga fokus dan ketenangan saat berada di lapangan tembak. Faktor tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan mereka meraih hasil maksimal sepanjang kompetisi.
“Persaingan semakin kompetitif dari tahun ke tahun. Namun atlet-atlet kami mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan tetap tenang saat bertanding. Itu menjadi salah satu kunci keberhasilan kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan capaian di Popda Banten 2026 menjadi modal penting dalam menyiapkan atlet-atlet muda menuju ajang yang lebih tinggi. Menurutnya, Popda tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet usia pelajar.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan sehingga dapat berprestasi di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)







