Tangsel Siapkan ASN Kuasai AI, Pelayanan Publik 24 Jam Jadi Target Transformasi Digital

Pemkot Tangsel menyiapkan ASN menguasai AI untuk mendukung layanan publik 24 jam yang lebih cepat, responsif, dan berbasis data.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan arah pengembangan pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan daerah, didampingi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan pakar teknologi informasi Prof. Onno W. Purbo. Pemkot Tangsel menargetkan penguatan layanan publik berbasis digital yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyiapkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan dapat diakses masyarakat selama 24 jam.

Langkah tersebut diawali dengan penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui workshop AI Empowerment for Government: Breaking the Limits, Mengakselerasi Kinerja ASN Masa Kini dengan Artificial Intelligence yang diikuti perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga puskesmas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan penguasaan teknologi AI menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan transformasi pelayanan publik yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, salah satu target yang ingin dicapai adalah menghadirkan layanan informasi dan pengaduan yang tetap dapat diakses warga kapan pun tanpa bergantung pada jam operasional kantor pemerintahan.

“Dalam hal layanan pengaduan, kami mengarahkan integrasi AI berbasis Natural Language Processing (NLP) agar sistem pengaduan warga bisa aktif 24 jam. Warga tidak perlu menunggu jam kerja untuk memperoleh informasi mengenai prosedur perizinan maupun tindak lanjut laporan yang mereka sampaikan,” kata Asep, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan AI tidak hanya akan diterapkan pada layanan pengaduan masyarakat, tetapi juga pada berbagai sektor pelayanan publik lainnya.

Di bidang kesehatan, misalnya, teknologi predictive analytics berbasis AI dinilai mampu membantu tenaga medis memetakan potensi peningkatan kasus penyakit tertentu secara lebih dini. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan antrean layanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Sementara dalam proses perencanaan pembangunan, AI berpotensi membantu pemerintah mengolah data dalam jumlah besar untuk menghasilkan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Pemanfaatan data yang lebih baik akan membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih objektif, termasuk dalam perencanaan program maupun penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, penggunaan AI juga diharapkan dapat mempercepat proses administrasi di lingkungan birokrasi. Sejumlah pekerjaan rutin seperti penyusunan dokumen, pengelolaan data, hingga peringkasan laporan dapat dilakukan lebih efisien dengan bantuan teknologi tersebut.

Meski demikian, Pemkot Tangsel menegaskan bahwa penerapan AI tetap harus dibarengi dengan penguatan kompetensi ASN. Karena itu, pelatihan yang digelar tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan produk kerja yang dapat langsung diterapkan di instansi masing-masing.

Workshop tersebut menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo, untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara produktif dan bertanggung jawab di lingkungan pemerintahan.

Melalui langkah ini, Pemkot Tangsel berharap transformasi digital yang tengah dijalankan tidak berhenti pada penggunaan teknologi semata, tetapi mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan