Rayakan Kelulusan, Mahasiswa Ini Solo Touring Vespa Tua dari Jepara ke Karimunjawa

Mahasiswa Jepara rayakan kelulusan dengan solo touring Vespa tua ke Karimunjawa, menjelajah wisata dan berbagi kisah perjalanan.
Zayyin Fauzul Kabir (23) merayakan kelulusan kuliah dengan cara unik, yakni melakukan solo touring menggunakan Vespa tua kesayangannya dari Jepara menuju Pulau Karimunjawa. Perjalanan tersebut menjadi ajang pembuktian konsistensi sebagai pecinta Vespa klasik sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata dan budaya. (Foto: Istimewa)

Jepara, Semartara.News — Kelulusan kuliah dirayakan dengan cara yang tak biasa oleh Zayyin Fauzul Kabir (23). Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab itu memilih melakukan solo touring menggunakan Vespa tua kesayangannya dari Jepara menuju Pulau Karimunjawa sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilannya menuntaskan studi selama delapan semester.

Perjalanan tersebut bukan sekadar liburan. Bagi Zayyin, touring itu menjadi ajang pembuktian konsistensinya sebagai pecinta Vespa klasik yang gemar menjelajah, sekaligus momentum memperkenalkan merchandise bertajuk “Caribbean Van Java”.

Vespa tua yang ia beri nama “Lundu” bukan hanya alat transportasi, melainkan sahabat perjalanan yang telah menemaninya menjelajah berbagai daerah dan menyimpan banyak kenangan.

“Intinya pembuktian rekam jejak saja. Sudah hampir dua hingga tiga tahun sejak terakhir solo touring ke timur (Lombok). Saya ingin membuktikan konsistensi sebagai pengendara Vespa tua yang terus menjelajah,” ujar Zayyin, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurutnya, mengendarai Vespa mengajarkan arti menikmati setiap proses perjalanan, bukan sekadar berorientasi pada tujuan akhir.

“Naik Vespa bikin kita belajar menikmati setiap prosesnya, enggak cuma buru-buru ingin cepat sampai. Ditambah lagi, kultur persaudaraannya luar biasa. Di mana pun berada, naik Vespa selalu membuka pintu silaturahmi dengan sesama scooterist,” katanya.

Selama berada di Karimunjawa, Zayyin memilih menjelajah secara mandiri tanpa mengikuti layanan open trip. Dalam tiga hari dua malam, ia mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan religi, mulai dari Masjid Agung Karimunjawa, Pantai Bobby, Bukit Love, situs Kerangka Paus di Joko Tuwo, hingga Makam Sunan Nyamplungan. Malam pertamanya dihabiskan dengan berkemah di Pantai Alang-Alang.

Pada hari kedua, perjalanan berlanjut ke Pulau Kemujan dengan mengunjungi Pantai Leindra, Pantai Alano, serta kawasan Bandara Dewadaru. Menjelang senja, ia menikmati panorama matahari terbenam di Pantai Tanjung Gelam sebelum mencicipi kuliner seafood di kawasan Alun-Alun Karimunjawa.

Dalam perjalanan pulang, Zayyin masih menyempatkan diri singgah ke Pantai Pungruk, Museum R.A. Kartini, Sentra Batik Troso di Jepara, hingga berziarah ke Masjid Agung Demak.

Mengendarai motor klasik untuk perjalanan lintas daerah tentu bukan tanpa hambatan. Di tengah perjalanan menuju Karimunjawa, Vespa miliknya sempat mengalami kendala teknis. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk menuntaskan perjalanan.

Menurut Zayyin, setiap perjalanan dengan Vespa tua selalu menghadirkan pelajaran berharga tentang kesabaran, pengendalian emosi, serta keberanian keluar dari zona nyaman.

“Motivasi terbesarnya sederhana, ingin terus berkembang dan punya cerita masa muda yang berkesan. Risiko pasti ada, tapi keluar dari zona nyaman naik motor tua justru menempa mental kita untuk belajar tenang dan dewasa. Seaneh apa pun masalah di jalan, sejauh ini selalu ada solusinya,” ungkapnya.

Bagi Zayyin, solo touring bukan sekadar menempuh ratusan kilometer atau mencapai tujuan akhir. Perjalanan itu menjadi ruang untuk berefleksi, memperluas persaudaraan dengan sesama scooterist, menikmati keramahan masyarakat lokal, sekaligus mengapresiasi keindahan alam Indonesia dengan cara yang sederhana namun penuh makna. (Hijar/Red)

Tinggalkan Balasan