Pemkot Tangerang Perluas Program Gampang Kerja, Lulusan SMK Dibuka Akses Kerja ke Jepang

Pemkot Tangerang memperluas Program Gampang Kerja melalui kerja sama dengan SMK untuk membuka akses karier ke Jepang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan sambutan saat penandatanganan kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang antara PT Liana Segrus Indonesia dan delapan SMK se-Tangerang Raya sebagai bagian dari penguatan Program Gampang Kerja. (Foto: Ist)

Kota Tangerang, Semartara.News — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat Program Gampang Kerja sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kali ini, langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan peluang kerja ke Jepang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tangerang Raya.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang antara PT Liana Segrus Indonesia dan delapan SMK se-Tangerang Raya yang berlangsung di Kantor Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wahana Danau Indah, Karawaci, Rabu (3/6/2026).

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan Program Gampang Kerja agar tidak hanya membuka akses pekerjaan di dalam negeri, tetapi juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk meniti karier di pasar kerja internasional.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak lulusan SMK yang mampu mengakses peluang kerja internasional, sekaligus memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah penghasil tenaga kerja terampil yang kompetitif di tingkat global,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, lulusan SMK memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri, termasuk di luar negeri. Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan peningkatan kompetensi, keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, serta kesiapan menghadapi budaya kerja internasional.

Karena itu, Pemkot Tangerang terus mendorong terbangunnya sinergi antara sekolah, lembaga pelatihan kerja, dan dunia usaha agar lulusan SMK memiliki jalur yang lebih jelas menuju dunia kerja.

Sachrudin menilai kerja sama dengan dunia industri menjadi langkah penting untuk memastikan kompetensi yang diajarkan di sekolah selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga siap bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja yang profesional.

“Program Gampang Kerja tidak hanya berfokus pada penyediaan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Hingga saat ini, program penempatan tenaga kerja luar negeri yang difasilitasi melalui berbagai kolaborasi telah mengantarkan 271 warga Kota Tangerang berkarier di Jepang. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya daya saing SDM Kota Tangerang di tingkat global.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Liana Segrus, Kazuya Yamanouchi atau yang akrab disapa Mr. Poki San, menyambut baik kerja sama dengan sekolah-sekolah di Tangerang Raya. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih cukup tinggi sehingga membuka peluang besar bagi lulusan SMK yang memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa Jepang.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi jembatan bagi para siswa untuk memperoleh akses pelatihan yang lebih baik sekaligus meningkatkan peluang bekerja di Jepang setelah lulus.

Dengan perluasan Program Gampang Kerja dan keterlibatan dunia pendidikan dalam proses penyiapan tenaga kerja, Pemkot Tangerang optimistis semakin banyak lulusan SMK yang mampu menembus pasar kerja internasional, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM dan perekonomian daerah. (*)

Tinggalkan Balasan