Berita  

Pelatihan BUMN, Begini Kiat Sukses Usaha Warteg

Pelatihan BUMN, Begini Kiat Sukses Usaha Warteg

Tangerang, Semartara.News Warung Tegal atau sering disebut ‘Warteg’ merupakan kuliner khas Indonesia yang menyajikan beragam menu masakan.
Kuliner legend itu terkenal di kalangan masyarakat, yang kaya akan rempah-rempah dan banyak peminatnya.

Namun, membangun usaha Warteg yang banyak pengunjungnya atau digemari ini tidaklah mudah.

Karena itu, Anggota DPR RI Komisi VI, Ananta Wahana bersama Yayasan Sosial Budaya Mangun Karso menggelar ‘Pelatihan Pengelolaan Warung Makan’ bekerjasama dengan Kementrian BUMN dan PT. Telkom Indonesia.

Narasumber pelatihan, Ketua Umum Himpunan Pedagang Warteg Indonesia, Rojikin Mangala mengungkapkan ‘Kiat Sukses Bisnis Warteg’.
Dalam membangun usaha Warteg, kata Rojikin, yang pertama harus dimiliki adalah perencana yang baik, kemudian menentukan target pasar.

“Yang terpenting, kita harus memperhatikan lokasi strategis,” kata Rojikin dalam pemaparan materinya di Megantara Edupark, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu, (5/5/2024).

Ketika Lokasi sudah strategis, lanjut Rojikin, Warteg harus berpenampilan bersih dan menarik.

“Selain itu, memilih koki atau juru masak dan pengelola Warteg yang tepat,” terangnya.

“Tak kalah penting, makanan yang dihidangkan harus bervariasi dan enak, atau punya menu unggulan,” imbuhnya.

Pelatihan BUMN, Begini Kiat Sukses Usaha Warteg

Sementara itu, Ananta Wahana mengatakan, pelatihan pengelola warung makan ini adalah yang ke-5 atau terakhir.

Terkait Warteg, kata Ananta, dirinya melihat bayak perkembangan yang terjadi.

Bahkan, menurutnya, Warteg sudah banyak dinikmati masyarakat kalangan menengah ke atas.

Padahal dahulu, Warteg hanya dikunjungi kalangan menengah ke bawah.
“Saya melihat Warteg sudah naik kelas, ada di mana-mana dan desain warungnya lebih modern sampai menyerupai restoran,” ujar Ananta, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sesudah naik kelas, Ananta percaya Warteg bisa sampai Go Internasional, “Nanti, kita coba kerja sama buka Warteg di Belanda dan Suriname,” ujarnya.
Dalam pelatihan terakhir itu, Ananta coba memadukan materi Warteg dengan materi Barista dari pelatihan sebelumnya.

“Siapa tahu usaha Warteg dan kopi yang disuguhkan Barista bisa dipadukan,” harapnya.

Dalam pantauan, para peserta terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari interaksi sesi tanya-jawab sampai mencoba praktik memasak.
Dia akhir kegiatan, Ananta memberikan bantuan pangan berupa paket sembako kepada peserta pelatihan. (TIM)

Tinggalkan Balasan