Pegadaian Area Tangerang Perluas Inklusi Keuangan Lewat Edukasi untuk Ojek Pangkalan

Pegadaian Area Tangerang memperluas inklusi keuangan melalui edukasi layanan finansial bagi komunitas ojek pangkalan.
Peserta mengikuti sesi edukasi yang digelar PT Pegadaian Area Tangerang sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan. Selain literasi finansial, peserta diperkenalkan dengan sejumlah layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News Upaya memperluas inklusi keuangan terus dilakukan PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang dengan mendekatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan kepada masyarakat. Salah satunya melalui edukasi yang menyasar komunitas ojek pangkalan sebagai bagian dari kelompok pekerja sektor informal.

Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di Aula PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Rabu (12/8/2026). Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, kegiatan ini menjadi sarana bagi Pegadaian untuk memperkenalkan sejumlah layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong kemandirian sekaligus ketahanan ekonomi keluarga.

“Pegadaian berkomitmen penuh untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja keras di sektor informal seperti rekan-rekan ojek pangkalan. Melalui program literasi keuangan ini, kami ingin mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang tangguh melalui instrumen pengelolaan dana yang aman, legal, dan terpercaya,” ujar Maryono.

Menurutnya, peningkatan literasi perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara bijak sesuai kondisi finansial masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang, Agus Setiawan, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan solusi keuangan Pegadaian kepada masyarakat, khususnya pekerja informal.

“Melalui kegiatan di Aula Area Tangerang ini, kami berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial Pegadaian—seperti Tabungan Emas, pembiayaan modal kerja, hingga kemudahan transaksi digital. Kami berharap pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat diterapkan secara langsung oleh para pengemudi ojek pangkalan dalam mengelola pendapatan harian mereka agar lebih terencana dan berkelanjutan,” kata Agus Setiawan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah layanan Pegadaian, termasuk Tabungan Emas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mulai menyisihkan dana dalam bentuk emas dengan nominal terjangkau.

Peserta juga mendapatkan panduan mengenai pemanfaatan layanan digital Pegadaian. Melalui layanan tersebut, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui telepon seluler, termasuk pembayaran tagihan serta akses terhadap layanan Pegadaian.

Selain pengenalan produk, edukasi juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan finansial. Peserta dibekali pemahaman mengenai dana darurat, perencanaan keuangan keluarga, serta cara mengenali dan menghindari investasi ilegal atau investasi bodong.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan keuangan, tetapi juga kemampuan menggunakan layanan tersebut secara tepat dan bertanggung jawab.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi secara simbolis kepada perwakilan komunitas ojek pangkalan dan sesi diskusi interaktif. Peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan terkait pengelolaan keuangan maupun layanan Pegadaian yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian Area Tangerang berharap literasi dan inklusi keuangan dapat semakin menjangkau masyarakat di sektor informal. Edukasi yang diberikan juga diharapkan menjadi langkah awal bagi pekerja ojek pangkalan untuk lebih mengenal layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. (*)

Tinggalkan Balasan