Bupati Tangerang Dorong Unimar Perkuat Kompetensi Mahasiswa Hadapi Tantangan Dunia Kerja

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mendorong Unimar memperkuat kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan sambutan saat menghadiri acara lepas sambut BPH Unimar 2026–2030. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong Unimar terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pendidikan yang mampu membentuk kemampuan akademik, berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta karakter dan integritas untuk menghadapi dunia kerja. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (Unimar) untuk terus memperkuat kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi kebutuhan dan dinamika dunia kerja. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara lepas sambut Badan Pembina Harian (BPH) Unimar masa jabatan 2026–2030, Selasa (11/8/2026).

Menurut Maesyal, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menilai perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Selain itu, karakter serta integritas juga menjadi modal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.

“Pendidikan tinggi dituntut tidak hanya memberikan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta karakter dan integritas yang kuat,” ujar Maesyal.

Karena itu, Maesyal berharap Unimar dapat terus mengembangkan proses pendidikan yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus membekali mereka dengan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Perguruan Tinggi Perlu Bersinergi dengan Dunia Usaha

Maesyal menekankan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa tidak dapat dilakukan oleh perguruan tinggi seorang diri. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan dunia usaha agar pendidikan yang diberikan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat dan lapangan pekerjaan.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Perguruan tinggi juga tidak mungkin berjalan sendiri. Kita harus duduk bersama, membangun sinergi, menyatukan sumber daya, dan menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan industri dan dunia usaha, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka ketika menyelesaikan pendidikan.

Menurut Maesyal, lulusan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja secara mandiri.

“Kalau tiga kekuatan ini kita satukan, maka kita tidak hanya mencetak lulusan, tetapi kita dapat mencetak generasi Tangerang yang unggul, mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Pendidikan dan Akses Kerja Berjalan Beriringan

Maesyal juga mengaitkan peningkatan kompetensi generasi muda dengan perluasan akses pendidikan. Ia mengatakan pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, terus berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui berbagai program, termasuk Program Beasiswa Tangerang Gemilang.

Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas diri.

“Kita tidak ingin anak-anak yang memiliki potensi, prestasi, dan cita-cita tinggi terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya. Jangan sampai kemampuan ekonomi menjadi batas bagi seseorang untuk meraih masa depannya,” ungkapnya.

Menurut Maesyal, akses pendidikan dan peningkatan kompetensi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika generasi muda memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas dan dibekali keterampilan yang sesuai kebutuhan zaman, peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan usaha juga semakin besar.

Ia berharap sinergi antara Pemkab Tangerang dan Unimar dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Unimar diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan secara kuantitas, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. (*)

Tinggalkan Balasan