Berita  

Gus Imron Soroti Tiga Pesan KH Bisri Syansuri, Sebut Kunci Kepemimpinan NU ke Depan

Tiga pesan KH Bisri Syansuri dinilai jadi kunci arah kepemimpinan NU jelang Muktamar ke-35, disorot Gus Imron dan dikaitkan dengan Gus Salam.
H. Ahmad Imron (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — H. Ahmad Imron (Gus Imron) menyoroti tiga pesan penting dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, yang dinilainya menjadi kunci dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan, khususnya menjelang Muktamar ke-35.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten itu menilai, di tengah dinamika organisasi dan persepsi publik terkait krisis kepemimpinan, NU perlu kembali pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para ulama pendiri.

“Tiga pesan Mbah Bisri ini bukan sekadar nasihat, tetapi kunci untuk menata arah kepemimpinan NU ke depan,” ujar Gus Imron, Selasa, 16 April 2026.

Ia menjelaskan, tiga pesan KH Bisri Syansuri tersebut mengandung prinsip fundamental bagi warga NU. Pertama, tidak menjadikan NU sebagai sarana mencari keuntungan pribadi. Kedua, tidak keluar atau membenci NU karena diyakini akan membawa dampak buruk. Ketiga, membesarkan NU dengan aktif mengikuti program-programnya agar kehidupan menjadi berkah.

Menurut Gus Imron, jika ketiga prinsip tersebut dijalankan secara konsisten, maka NU akan kembali pada khittah perjuangan yang lurus dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ia juga menilai sosok yang mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu Mbah Bisri, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

“Sebagai cucu, Gus Salam memiliki kedekatan nilai dan tanggung jawab moral untuk menerjemahkan pesan Mbah Bisri dalam kepemimpinan NU ke depan,” katanya.

Nama KH Abdussalam Shohib sendiri kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2022–2027 dan aktif dalam berbagai struktur organisasi.

Dalam pernyataan terbarunya, Gus Salam juga telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada para kiai dan sesepuh, bukan ambisi pribadi.

Di tengah momentum Muktamar, penegasan kembali tiga pesan Mbah Bisri dinilai menjadi pengingat penting bahwa kepemimpinan NU ke depan harus berakar pada nilai, tradisi, dan komitmen menjaga khittah organisasi. (*)

Tinggalkan Balasan