Dari Tata Kelola hingga AI, Tangsel Paparkan Capaian di HUT ke-81 RI

Kota Tangsel, Semartara.News – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk memaparkan sejumlah capaian pembangunan, khususnya dalam tata kelola pemerintahan dan transformasi pelayanan publik.

Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Tangsel mencatat sejumlah hasil positif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Mulai dari masuk tiga besar nasional dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) hingga menghadirkan layanan publik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui platform Tangsel One.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, yang mewakili Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tangsel Masuk Tiga Besar Nasional EPPD

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Kota Tangerang Selatan berhasil masuk dalam tiga besar nasional berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025.

Tangsel meraih skor 3,8023 dengan status kinerja “tinggi”. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama periode penilaian.

“Tahun 2025 menjadi pembuktian bagi tata kelola pemerintahan kami. Berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025, Tangsel berhasil masuk dalam tiga besar nasional dengan skor 3,8023 berstatus ‘tinggi’. Kami juga bangga meraih peringkat pertama nasional untuk kategori pengelolaan kinerja oleh BKN,” ujar Asep dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Selain capaian EPPD, Pemkot Tangsel juga mencatat prestasi berupa peringkat pertama nasional untuk kategori pengelolaan kinerja oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja aparatur dan tata kelola pemerintahan yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah.

Pelayanan Publik Mulai Bertransformasi

Tidak hanya berfokus pada tata kelola internal pemerintahan, Pemkot Tangsel juga mendorong perubahan dalam cara masyarakat mengakses pelayanan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan platform layanan terpadu Tangsel One, yang resmi diluncurkan pada 30 April 2026.

Platform tersebut dirancang untuk mendekatkan berbagai layanan pemerintahan kepada masyarakat melalui kanal digital.

Asep mengatakan Tangsel One dilengkapi dengan asisten virtual bernama Helita yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu masyarakat memperoleh layanan dan informasi.

“Untuk mendekatkan pelayanan, kami resmi meluncurkan Tangsel One dengan asisten virtual Helita. Warga kini bisa mengakses informasi pemerintahan, menyampaikan pengaduan, hingga mengurus perizinan melalui WhatsApp tanpa harus datang ke kantor,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi harus selalu datang secara langsung ke kantor pemerintahan untuk memperoleh informasi atau menyampaikan kebutuhan layanan tertentu.

Helita Jadi Asisten Virtual bagi Warga

Kehadiran Helita menjadi salah satu bagian yang menarik dari transformasi digital pelayanan publik Tangsel.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah melalui WhatsApp untuk mengakses informasi pemerintahan, menyampaikan pengaduan, maupun mengurus sejumlah kebutuhan perizinan.

Menurut Asep, inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kemudahan bagi warga Tangsel, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah lain.

“Inovasi ini bahkan menjadi rujukan atau lokus studi lapangan bagi pemerintah daerah lain,” ungkapnya.

Pemanfaatan AI dalam pelayanan publik tersebut menunjukkan upaya Tangsel menggeser pola pelayanan dari sistem yang sepenuhnya konvensional menuju layanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kemerdekaan dan Pelayanan yang Semakin Dekat

Bagi Pemkot Tangsel, capaian tata kelola dan inovasi digital tersebut menjadi bagian dari refleksi pembangunan dalam momentum HUT ke-81 RI.

Kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui perayaan, tetapi juga melalui upaya menghadirkan pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan secara efektif dan mudah diakses masyarakat.

Asep mengajak warga Tangsel untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan, termasuk dengan mengawasi jalannya pemerintahan dan menyampaikan aspirasi secara aktif.

“Kemerdekaan sejati berarti warga yang aktif, kritis, dan turut mengawasi jalannya pembangunan daerah. Mari kita jadikan momentum HUT ke-81 RI ini sebagai ruang refleksi agar pelayanan dan pembangunan ke depan semakin tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan