Jakarta, Semartara.News — Buku Sejarah Peradaban Islam karya Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., resmi diluncurkan MUI dalam acara peluncuran dan bedah buku di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Perpustakaan MUI bersama Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI. Selain peluncuran buku, acara juga menjadi forum untuk mengulas isi dan perspektif yang ditawarkan Amirsyah dalam memotret perjalanan panjang peradaban Islam.
Buku tersebut dibedah oleh Ketua MUI Bidang Kajian, Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A., dan Ketua Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Zakiya Darojat, M.A. Diskusi dipandu Wakil Sekjen MUI Bidang Seni Budaya, Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd.
Acara yang diketuai Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum, Dr. M. Ihsan Tanjung, S.Ag., S.H., M.H., M.Si., tersebut dibuka Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis, Ph.D.
Dalam sambutannya, KH Cholil Nafis mengapresiasi Amirsyah yang tetap produktif menulis di tengah kesibukannya sebagai Sekjen MUI sekaligus pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
“Di tengah kesibukannya sebagai Sekjen MUI dan pengajar, Buya Amirsyah masih sempat menulis buku yang fenomenal. Kita doakan semoga Buya Amirsyah segera menjadi guru besar,” ujar KH Cholil.
Menghadirkan Perspektif Sejarah yang Kontekstual
Amirsyah mengatakan, mempelajari sejarah peradaban Islam bukan sekadar menghafal rangkaian peristiwa dan tokoh. Sejarah, menurut dia, merupakan perjalanan untuk memahami keagungan, dinamika, sekaligus tantangan yang dihadapi umat Islam dari masa ke masa.
Ia berharap buku tersebut dapat membantu pembaca menangkap ruh atau semangat zaman dari setiap periode sejarah yang dibahas sehingga berbagai peristiwa masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk menghadapi tantangan masa kini.
“Harapan terbesar saya, para pembaca mampu menangkap ruh atau semangat zaman dari setiap periode yang dibahas sehingga dapat mengambil pelajaran yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman,” kata Amirsyah.
Sejarah Peradaban Islam terdiri atas 14 bab dengan total 403 halaman. Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan sejarah Islam secara sistematis, mulai dari kondisi masyarakat Arab pra-Islam, masa kerasulan Nabi Muhammad SAW, era Khulafaur Rasyidin, kejayaan dinasti-dinasti besar Islam, hingga perkembangan dunia Islam pada era modern.
Pembahasannya menggunakan pendekatan historis, analitis, dan kontekstual. Selain politik dan kekuasaan, buku tersebut mengulas perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, seni dan budaya, ekonomi, serta kontribusi peradaban Islam terhadap kemajuan dunia.
Amirsyah menekankan bahwa sejarah tidak semestinya berhenti sebagai hafalan tentang tokoh dan peristiwa. Sejarah harus menjadi sumber ibrah untuk membaca realitas masa kini dan menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Dinilai Layak Menjadi Referensi
Ketua MUI Bidang Kajian Prof. Utang Ranuwijaya menilai buku Sejarah Peradaban Islam karya Amirsyah Tambunan memiliki kelayakan untuk menjadi referensi dalam memahami sejarah peradaban Islam.
Menurut Prof. Utang, kualitas buku tersebut terlihat dari kedalaman materi, sistematika pembahasan, serta penggunaan bahasa.
“Isinya daging melulu, sehingga pantas untuk menjadi referensi dalam memahami sejarah peradaban Islam,” ujar Prof. Utang.
Sementara itu, Dr. Zakiya Darojat menilai buku tersebut berhasil memetakan sejarah Islam secara kronologis dan holistik dalam 14 bab. Cakupan pembahasannya melintasi berbagai era, mulai dari masa pra-Islam hingga era modern.
Zakiya juga menilai buku tersebut mampu menghubungkan pembahasan sejarah dengan konteks kekinian melalui sejumlah analogi yang digunakan penulis.
“Analogi-analogi yang disampaikan Buya juga nyambung dengan situasi kekinian. Buku ini juga tidak Arab-sentris karena menyoroti peradaban Islam di Nusantara hingga tantangan dunia Islam di era modern dan kontemporer,” katanya.
Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kajian sejarah Islam yang tidak hanya merekam perjalanan masa lalu, tetapi juga memberikan perspektif untuk memahami tantangan umat pada masa sekarang dan masa depan. (Ril/Red)







