Kota Tangsel, Semartara.News – Angka prevalensi stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2026 berhasil ditekan hingga 8,2 persen. Capaian tersebut diraih melalui penguatan edukasi kepada masyarakat, pendampingan kesehatan ibu dan anak, serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting.
“Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen. Capaian ini sudah berada jauh di bawah rata-rata target nasional,” kata Asep, Minggu (19/7/2026).
Menurut Asep, selain memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, Pemkot Tangsel juga mengoptimalkan edukasi pencegahan stunting melalui berbagai platform digital. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda dan pasangan usia subur, terkait pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang benar.
Diskominfo Tangsel, lanjutnya, memproduksi berbagai konten edukatif berupa video pendek, infografis, hingga podcast kesehatan bersama para dokter anak. Upaya tersebut bertujuan menangkal informasi keliru dan mitos seputar stunting yang masih banyak beredar di media sosial.
“Kami menyadari tantangan terbesar saat ini adalah menyamakan persepsi publik. Banyak ibu muda yang masih termakan mitos pola asuh keliru di media sosial. Oleh karena itu, Diskominfo gencar memproduksi konten edukasi berbasis video pendek, infografis, hingga podcast kesehatan yang bekerja sama dengan para dokter anak. Kami ingin literasi stunting ini masuk ke gawai setiap warga Tangsel,” jelasnya.
Selain edukasi digital, Pemkot Tangsel juga memperkuat pendampingan kesehatan melalui Dinas Kesehatan dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Program tersebut mencakup pemeriksaan rutin ibu hamil, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, serta pendampingan selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting harus dimulai sejak masa pra-kehamilan. Karena itu, edukasi bagi calon pengantin menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mencegah lahirnya kasus stunting baru.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal. Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal,” ujar Benyamin.
Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin memanfaatkan layanan posyandu.
“Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” tegas Benyamin.
Asep menambahkan, penurunan angka stunting juga didukung oleh penyediaan akses internet gratis di ruang publik dan balai warga melalui program Smart Kampung atau Smart Kelurahan. Fasilitas tersebut memudahkan kader posyandu dan masyarakat mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti kelas pengasuhan anak secara daring.
“Penurunan stunting ini juga ditopang oleh penyediaan fasilitas internet gratis di ruang publik dan balai warga melalui program Smart Kampung atau Smart Kelurahan. Dengan akses internet yang stabil hingga ke pelosok RT/RW, para kader posyandu dan warga bisa lebih cepat mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti kelas pengasuhan anak secara daring tanpa terkendala kuota,” pungkasnya. (*)







