Hadapi Era AI, Diskominfo Tangsel Siapkan Pelatihan Literasi Digital Bersertifikat

Diskominfo Tangsel menyiapkan pelatihan literasi digital bersertifikat untuk membekali masyarakat menghadapi perkembangan AI.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menyampaikan sambutan dalam kegiatan Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan NU, Sabtu (8/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya literasi digital dan kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi AI. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong kebutuhan akan kemampuan literasi digital yang semakin kuat. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menyiapkan pelatihan literasi digital bersertifikat melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi keagamaan.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam memahami sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara bijak di tengah pesatnya perkembangan AI.

Hal tersebut disampaikan Asep dalam kegiatan Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Asep, perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Di satu sisi, teknologi tersebut dapat membantu berbagai aktivitas, tetapi di sisi lain kemampuannya menghasilkan konten secara cepat juga dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu.

Karena itu, peningkatan kemampuan masyarakat dalam menggunakan dan memahami teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan ekosistem digital.

Untuk mendukung hal tersebut, Diskominfo Kota Tangerang Selatan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah organisasi keagamaan, di antaranya Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan NU. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah penyelenggaraan pelatihan literasi digital bersertifikat.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai penggunaan teknologi sekaligus membekali peserta dengan kemampuan untuk menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital secara lebih kritis.

Asep juga mengingatkan agar pemanfaatan AI dilakukan secara tepat. Menurutnya, teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu, tetapi tidak semestinya menggantikan sumber rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Karena AI sekarang sedang berkembang, maka ditambahkan fitur AI sebagai asisten pribadi. Namun demikian, ini bukan untuk rujukan, tetapi hanya sebagai bantuan,” jelas Asep.

Pernyataan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan aplikasi Tangsel Mengaji yang dilengkapi fitur AI sebagai asisten pribadi untuk membantu pembelajaran keagamaan masyarakat secara lebih mudah dan interaktif.

Melalui pelatihan dan kolaborasi dengan organisasi yang memiliki jaringan luas di masyarakat, Diskominfo Tangsel berharap literasi digital tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga membentuk kebiasaan menggunakan teknologi secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami manfaat, risiko, serta batasan teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan