Kota Tangsel, Semartara.News — Anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibekali pengetahuan menghadapi gempa bumi dan banjir melalui kegiatan edukasi kebencanaan yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Kamis (16/4/2026).
Ketua DWP Kota Tangsel, Monalisa Indrawati Bambang, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai penting dalam menanamkan kesiapsiagaan sejak usia dini.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BPBD yang telah memfasilitasi kegiatan ini, juga kepada DWP BPBD yang sudah mengoordinasikan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program DWP yang berfokus pada edukasi anak, khususnya di tingkat TK. Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak tujuh TK turut dilibatkan.
Namun demikian, Monalisa mengakui masih perlunya peningkatan sosialisasi program edukasi kebencanaan BPBD agar lebih banyak lembaga pendidikan anak usia dini dapat mengaksesnya.
“Masukannya dari PAUD sebelumnya, memang sosialisasi terkait ruang edukasi BPBD masih perlu ditingkatkan. Ini yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Ia pun mendorong DWP BPBD untuk berperan aktif sebagai penghubung dengan sekolah-sekolah TK melalui organisasi mitra, seperti Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), guna memperluas jangkauan program.
“Kita harapkan ke depan bisa menjangkau TK-TK yang belum tersentuh. Biasanya yang besar sudah cukup mandiri, sementara yang kecil ini yang perlu kita bantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.
Ia menjelaskan, materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami anak-anak, dengan fokus pada penanganan gempa bumi dan banjir, serta pengenalan bencana lain seperti tsunami dan gunung api.
Essa juga mengungkapkan BPBD Tangsel telah dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk Command Center yang mampu memberikan peringatan dini saat terjadi bencana.
“Ketika terjadi gempa, sistem kami sudah dapat mendeteksi dan memberikan peringatan melalui sirene. Ini bagian dari kesiapsiagaan yang terus kami tingkatkan,” jelasnya.
Ia berharap program edukasi kebencanaan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak serta masyarakat.
Ke depan, BPBD Tangsel berencana mengembangkan edukasi terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).
“Harapannya, setelah mendapatkan edukasi di sini, anak-anak dan masyarakat memiliki pemahaman yang utuh dalam menghadapi dan menangani bencana secara menyeluruh,” pungkasnya. (*)







