Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Soekarno-Hatta Masih Ditutup

Bandara Soekarno-Hatta masih ditutup sementara akibat abu vulkanik Anak Krakatau. AirNav memperbarui informasi penerbangan.
Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan

Tangerang, Semartara.News – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Hingga Minggu (6/9/2026), bandara masih berstatus ditutup sementara dan diperkirakan baru dibuka kembali pukul 17.30 WIB.

Informasi tersebut disampaikan AirNav Indonesia melalui pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) A3348/26 (NOTAMR A3346/26) terkait kondisi ruang udara di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII).

Dalam NOTAM terbaru, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinyatakan closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ketentuan tersebut mulai berlaku pukul 13.23 WIB dengan estimasi pembukaan kembali pada pukul 17.30 WIB, Minggu (6/9/2026).

NOTAM A3348/26 sekaligus menggantikan NOTAM A3346/26 yang sebelumnya menetapkan estimasi penutupan bandara hingga pukul 13.30 WIB.

Perpanjangan penutupan dilakukan seiring perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi faktor penting dalam aspek keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau kondisi ruang udara serta perkembangan sebaran abu vulkanik tersebut.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan informasi aeronautika dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi. Informasi tersebut menjadi acuan bagi penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan dan pengambilan langkah operasional terkait keselamatan penerbangan.

Selain melakukan pemantauan, AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat tersampaikan secara tepat waktu.

Dengan masih berlakunya status closed, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyesuaikan kondisi ruang udara dan pembaruan informasi aeronautika yang diterbitkan AirNav Indonesia.

Perkembangan kondisi serta pembaruan NOTAM selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (*)

Tinggalkan Balasan