Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mempercantik kawasan permukiman di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, melalui pembangunan berbagai infrastruktur dasar. Program tersebut meliputi pembangunan jalan paving, drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga fasilitas pendukung lainnya yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Penataan kawasan itu ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, bersama jajaran perangkat daerah. Menurutnya, pembenahan infrastruktur menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Beberapa ruas jalan perkampungan memang sudah harus diperbaiki. Akan ada pembangunan paving block, drainase menggunakan U-Ditch ukuran 30×30 dan 40×40 sepanjang 4.000 meter,” ujar Pilar, Rabu (8/7/2026).
Selain membangun jalan lingkungan dan saluran drainase, Pemkot Tangsel juga akan memasang pagar pengaman di sejumlah titik yang dinilai rawan, khususnya pada ruas jalan utama yang berpotensi membahayakan pengguna jalan saat malam hari.
Pembangunan turut mencakup dinding penahan tanah (DPT) menggunakan pasangan batu kali, pembangunan gapura kawasan, serta penambahan fasilitas penerangan jalan umum. Untuk mendukung pencahayaan lingkungan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) juga akan memasang lampu tenaga surya (solar cell) di sejumlah titik, melengkapi program Tangsel Terang yang dijalankan Dinas Perhubungan.
Pilar mengatakan, penataan kawasan dilakukan di wilayah seluas sekitar 23 hektare yang meliputi lima RW dan 12 RT di Kelurahan Keranggan. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
“Kita pastikan lima RW yang terdiri dari 12 RT di Kelurahan Keranggan ini tertata dengan baik. Harapannya kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat semakin baik, lebih rapi, bersih, dan nyaman,” katanya.
Ia menjelaskan, akses jalan utama menuju kawasan tersebut telah diaspal pada tahun sebelumnya sehingga kondisi jalannya relatif baik. Karena itu, pekerjaan tahun ini difokuskan pada pembenahan jalan-jalan lingkungan yang menjadi akses utama aktivitas warga sehari-hari.
Menurut Pilar, penataan tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang lebih layak. Setelah pembangunan dasar selesai, kawasan Keranggan juga berpeluang dikembangkan menjadi kampung tematik berbasis potensi lokal, seperti bank sampah, urban farming, UMKM, maupun wisata.
“Jalan lingkungan akan kita bongkar dan diganti dengan paving block baru agar lebih rapi, lebih cantik, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)







