Jadi Tuan Rumah, Sambo Tangsel Optimistis Borong 9 Medali Emas di Porprov 2026

Berstatus tuan rumah, Sambo Tangsel optimistis memborong 9 medali emas pada Porprov VII Banten 2026 demi gelar juara umum.
Atlet Sambo Kota Tangerang Selatan mengintensifkan latihan menjelang Porprov VII Banten 2026. Berstatus sebagai tuan rumah, Persambi Tangsel optimistis memanfaatkan dukungan publik untuk memborong sembilan medali emas. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Status sebagai tuan rumah menjadi modal besar bagi Persatuan Sambo Indonesia (Persambi) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Sambo Tangsel optimistis mampu memborong sembilan medali emas sekaligus memburu gelar juara umum.

Ketua Umum Persambi Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma, mengatakan keuntungan tampil di kandang sendiri harus dimanfaatkan secara maksimal. Selain memberi motivasi lebih kepada para atlet, dukungan masyarakat diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri saat bertanding.

“Keikutsertaan Sambo di Porprov tahun ini menjadi momentum yang sangat kami nantikan. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan yang harus dimanfaatkan. Kami membidik sembilan medali emas dari total 12 nomor yang dipertandingkan sebagai modal untuk meraih predikat juara umum,” ujar Heris, Selasa (30/6/2026).

Rencananya, pertandingan cabang olahraga Sambo akan digelar di Plaza Balai Kota Tangsel. Lokasi tersebut diharapkan menjadi arena yang mampu menghadirkan atmosfer positif bagi para atlet tuan rumah selama pertandingan berlangsung.

Untuk mewujudkan target tersebut, Persambi Tangsel terus mematangkan persiapan atlet melalui program latihan yang berfokus pada peningkatan teknik bertanding, kondisi fisik, dan kesiapan mental. Sebanyak 12 atlet juga telah disiapkan untuk mengisi seluruh nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada Porprov VII Banten.

Menurut Heris, materi latihan disesuaikan dengan kategori pertandingan. Atlet kategori sport lebih difokuskan pada penguasaan teknik grappling, seperti bantingan dan kuncian. Sementara itu, atlet kategori combat juga dibekali kemampuan striking melalui pukulan dan tendangan.

“Karakter pertandingan di dua kategori ini memang berbeda. Atlet sport dituntut unggul dalam teknik bantingan dan kuncian, sedangkan di kategori combat kemampuan pukulan dan tendangan juga menjadi bagian penting,” jelasnya.

Meski berstatus sebagai tuan rumah, Heris memastikan timnya tidak akan meremehkan kekuatan kontingen lain. Ia menyebut Kota Tangerang menjadi salah satu lawan yang patut diwaspadai karena memiliki kualitas atlet yang cukup merata.

“Persaingan dipastikan berlangsung ketat. Sejauh ini kami melihat Kota Tangerang memiliki kekuatan yang cukup merata dan berpeluang menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan