Dinkes Kabupaten Cirebon Siapkan Skrining TB Serentak, Peran Promkes Diperkuat

Dinkes Kabupaten Cirebon memperkuat peran tenaga Promkes untuk mendukung penurunan stunting dan skrining TB serentak mulai 13 Juli 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, memberikan arahan saat membuka kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menekankan penguatan peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) dalam mendukung percepatan penurunan stunting, pembudayaan hidup sehat, serta pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TB) serentak yang akan dimulai pada 13 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Cirebon, Semartara.News – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memperkuat peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) untuk mendukung berbagai program kesehatan, mulai dari percepatan penurunan stunting hingga pelaksanaan skrining Tuberkulosis (TB) serentak yang dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, saat membuka kegiatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat di Sumber, Selasa (7/7/2026).

Eni menegaskan tenaga Promkes merupakan garda terdepan dalam upaya promotif dan preventif. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan sangat ditentukan oleh keaktifan petugas dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan membangun kesadaran masyarakat.

“Bagaimana stunting bisa turun kalau tenaga Promkes tidak bergerak ke lapangan, tidak memberikan edukasi, dan tidak hadir di Posyandu? Promkes itu berada di hulu, sehingga memiliki peran yang sangat strategis,” ujarnya.

Ia meminta seluruh tenaga Promkes terus meningkatkan intensitas penyuluhan dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pesan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Selain fokus pada penurunan stunting, Eni juga menekankan pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional penanggulangan Tuberkulosis (TB). Mulai 13 Juli 2026, seluruh desa di Kabupaten Cirebon akan melaksanakan skrining TB yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis.

Melalui kegiatan tersebut, tenaga Promkes diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kontak erat pasien TB, agar bersedia menjalani pemeriksaan sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini.

“Kalaupun nanti jumlah kasus yang ditemukan meningkat, justru itu merupakan keberhasilan, karena penyakitnya berhasil ditemukan lebih awal sehingga dapat segera diobati dan mencegah penularan kepada orang lain,” jelas Eni.

Sementara itu, perwakilan Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Komunitas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Lulu Attiah Hafizah, menegaskan pembudayaan hidup sehat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan.

“Harapan kami agar ada keterlibatan baik dari pemerintahan maupun dunia usaha, sehingga pembudayaan hidup sehat dapat berjalan secara optimal,” katanya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 80 peserta tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga Promkes dalam mengimplementasikan program pembudayaan hidup sehat sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Cirebon. (Hijar/Red)

Tinggalkan Balasan