Kota Tangsel, Semartara.News – Ukuran karya yang hanya 10 x 10 sentimeter tak mengurangi daya tarik Pocket Art Exhibition yang digelar di TSpace Bintaro, Kota Tangerang Selatan. Sebaliknya, konsep tersebut justru menjadi magnet bagi para pecinta seni untuk menikmati 252 karya unik hasil kreasi 149 perupa dari Indonesia dan mancanegara.
Setiap karya yang dipamerkan menghadirkan pendekatan artistik yang berbeda, mulai dari karya dua dimensi hingga tiga dimensi. Meski memiliki ukuran seragam, masing-masing menyampaikan gagasan, teknik, dan karakter visual yang beragam.
Pameran ini dikurasi oleh perupa senior sekaligus pensiunan dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dick Syarir. Seluruh karya dipilih untuk menunjukkan bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh dimensi media, melainkan oleh kekuatan ide yang dituangkan seniman.
Founder Jakarta Pocket Art Project, Machfoed Gembong, mengatakan konsep Pocket Art memberi kesempatan yang sama bagi seluruh perupa untuk menampilkan kualitas karya mereka.
“Yang dinilai bukan lagi besar kecilnya karya, melainkan kekuatan konsep, teknik, dan karakter visualnya. Di situlah daya tarik Pocket Art,” ujarnya.
Antusiasme terhadap pameran ini pun terbilang tinggi. Owner DigitalCom, Agung Kirasave, mengungkapkan jumlah pendaftar yang mengikuti open call melebihi kapasitas ruang pamer sehingga panitia harus membatasi jumlah peserta.
“Open call Pocket Art menjadi viral. Ini membuktikan bahwa pameran seni yang dikemas dengan konsep kreatif mampu menarik perhatian banyak seniman,” katanya.
Saat membuka pameran, Chesna Anwar menegaskan kreativitas merupakan fondasi penting dalam mendorong inovasi. Menurutnya, Pocket Art Exhibition membuktikan karya berukuran kecil mampu menghadirkan pesan besar sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menikmati seni rupa.
Melalui konsep yang sederhana namun berbeda, Pocket Art Exhibition menjadi bukti bahwa sebuah karya tidak harus berukuran besar untuk meninggalkan kesan mendalam bagi penikmat seni. (*)







