Mobil Honda Jazz Dihentikan dan Diduga Dirusak di Citra Raya Tangerang, Polisi Cek CCTV

Polisi menyelidiki dugaan pengrusakan mobil Honda Jazz di Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, dengan memeriksa CCTV dan saksi.
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi dugaan pengrusakan mobil Honda Jazz di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (14/6/2026) dini hari. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian. (Foto: Istimewa)

Tangerang, Semartara.News – Sebuah mobil Honda Jazz dihentikan oleh sekelompok orang dan diduga mengalami pengrusakan di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (14/6/2026) dini hari. Polisi yang menangani kasus tersebut kini tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan mencari saksi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.

Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Citra Raya, tepatnya di depan Ruko Lagon, Desa Cikupa.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula saat pengemudi Honda Jazz diduga beberapa kali menggeber kendaraannya di dekat lokasi sejumlah orang yang sedang berkumpul di sebuah angkringan.

Aksi tersebut diduga memicu ketegangan hingga sejumlah orang menghentikan kendaraan yang dikemudikan pria berinisial MM. Dalam situasi yang memanas itu, mobil Honda Jazz tersebut diduga mengalami pengrusakan.

“Petugas telah melakukan cek tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah keterangan untuk mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi,” kata Syamsul, Senin (15/6/2026).

Polisi juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat alat bukti dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.

“Anggota kami sedang mencari saksi tambahan dan memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Saat kejadian, MM diketahui tidak sendirian. Ia bersama dua rekannya, yakni DK dan AH. Ketiganya mengaku sempat menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut.

Laporan atas peristiwa itu telah diterima kepolisian dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab karena proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi masih berlangsung.

“Kasusnya masih didalami dengan memeriksa saksi-saksi dan bukti petunjuk lainnya. Kami akan mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya berdasarkan hasil penyelidikan,” pungkas Syamsul. (*)

Tinggalkan Balasan