Wiranto: Mathla’ul Anwar Harus Terus Hadir untuk Pemberdayaan Masyarakat

Wiranto meminta Mathla’ul Anwar terus hadir memberdayakan masyarakat dan memperkuat peran pendidikan, dakwah, serta sosial di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) KH Jazuli Juwaini (kiri) saat audiensi dengan Penasehat Khusus Presiden Bidang Polhukam Jenderal TNI (Purn.) Wiranto (kanan) di Jakarta pada 18 Juni 2026 (Foto: Dok. PBMA)

Jakarta, Semartara.News — Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Jenderal TNI (Purn.) Wiranto menegaskan pentingnya peran Mathla’ul Anwar dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbatasan akses pembangunan.

Penegasan tersebut disampaikan Wiranto saat menerima audiensi jajaran Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) di Kantor Penasihat Khusus Presiden Bidang Polhukam, Jakarta, Rabu (18/6/2026). Keterangan mengenai pertemuan itu disampaikan PBMA melalui siaran pers yang diterima pada Jumat (19/6/2026).

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum PBMA Dr. KH Jazuli Juwaini memperkenalkan jajaran pengurus PBMA periode 2026–2031 sekaligus memaparkan arah kebijakan organisasi dan kontribusi Mathla’ul Anwar bagi umat, bangsa, dan negara.

Turut mendampingi Jazuli, Ketua Majelis Amanah KH Embay Mulya Syarif, Ketua Majelis Fatwa Prof. Dr. KH Syibli Sarjaya, Sekretaris Jenderal H. Yanuar Arif Wibowo, Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi, serta Ketua Badan Pengembangan Wakaf H. Fuad Syauqi.

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto mengapresiasi kiprah Mathla’ul Anwar yang selama ini aktif di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Menurutnya, organisasi yang berpusat di Pandeglang, Banten, itu memiliki posisi strategis karena keberadaannya dekat dengan masyarakat.

“Mathla’ul Anwar adalah milik umat dan harus terus memberikan manfaat bagi umat. Organisasi ini juga perlu memperkuat kemandirian serta hadir di wilayah-wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan,” ujar Wiranto.

Ia menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Mathla’ul Anwar sangat penting dalam mendukung upaya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Selain itu, Wiranto berharap Mathla’ul Anwar dapat terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di sisi lain, organisasi juga diharapkan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberikan kritik dan masukan yang konstruktif.

Sementara itu, Ketua Umum PBMA KH Jazuli Juwaini menyampaikan bahwa Mathla’ul Anwar memiliki modal historis yang kuat sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia.

“Sebagai salah satu ormas Islam tertua yang lahir pada tahun 1916, Mathla’ul Anwar mengokohkan diri sebagai ormas Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata Jazuli.

Menurutnya, Mathla’ul Anwar terus memperkuat perannya melalui tiga bidang utama, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiga sektor tersebut menjadi fondasi gerakan organisasi dalam melayani umat sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Sekretaris Jenderal PBMA Yanuar Arif Wibowo menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar akan terus mendukung pemerintah dalam membangun bangsa dan negara, sembari menyampaikan kritik yang membangun demi penyempurnaan berbagai kebijakan publik.

Selain membahas penguatan peran organisasi, audiensi tersebut juga dimanfaatkan PBMA untuk menyampaikan undangan resmi kepada Wiranto agar menghadiri pelantikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar periode 2026–2031.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Agenda tersebut akan menjadi tonggak awal kepengurusan baru PBMA dalam melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial selama lima tahun mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan