Kota Tangsel, Semartara.News — Vicky Shu mengaku kagum setelah menyaksikan secara langsung semangat para santri disabilitas dalam belajar dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Di tengah keterbatasan yang mereka miliki, para santri tunarungu itu justru menunjukkan ketekunan, kesabaran, dan kecintaan yang begitu besar terhadap Kalamullah.
Momen penuh inspirasi itu terjadi saat Vicky Shu mengunjungi santri binaan PPPA Daarul Qur’an di Masjid Villa Inti Persada, Pamulang. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat bagaimana para santri belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an melalui bahasa isyarat dengan penuh kesungguhan.
“Jujur, aku kagum sekaligus malu. Kita yang diberi kemudahan kadang masih menunda membuka mushaf. Sementara adik-adik ini, dengan segala keterbatasan, justru punya semangat luar biasa untuk menghafal setiap ayat,” ujar Vicky dengan mata berkaca-kaca, dilansir Rabu, 6 Mei 2026.
Tak hanya menyaksikan, Vicky juga diajak merasakan langsung proses belajar Al-Qur’an dengan bahasa isyarat. Ia mencoba mengikuti gerakan Surat Al-Fatihah satu per satu bersama para guru dan santri. Meski beberapa kali salah gerakan, suasana hangat dan penuh semangat membuat pengalaman itu begitu membekas.
Menurut Vicky, pengalaman tersebut memberinya pemahaman baru tentang besarnya perjuangan sahabat disabilitas dalam menuntut ilmu agama.
“Aku baru paham, belajar Al-Qur’an bagi mereka bukan sekadar menghafal, tapi juga soal ketepatan gerakan, fokus, ekspresi, dan kesabaran yang luar biasa. MasyaAllah,” tuturnya.
Di balik keterbatasan fisik, para santri disabilitas itu juga berhasil menorehkan berbagai prestasi. Beberapa di antaranya bahkan mampu meraih penghargaan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an kategori disabilitas.
Program pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas yang dijalankan PPPA Daarul Qur’an terus berupaya membuka akses pendidikan Al-Qur’an melalui pendampingan belajar, mushaf isyarat, Al-Qur’an braille, serta dukungan para donatur.
Pengalaman itu membuat Vicky Shu menyatakan dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan santri disabilitas agar semakin banyak sahabat disabilitas yang memiliki kesempatan belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an.
“Aku ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar Al-Qur’an. Dan kita semua bisa menjadi bagian dari jalan kebaikan itu,” tutupnya. (*)







