Cegah HIV/AIDS, KPA dan TP PKK Kabupaten Tangerang Fokus Perkuat Peran Keluarga

KPA dan TP PKK Kabupaten Tangerang perkuat sinergi pencegahan HIV/AIDS melalui edukasi keluarga dan kolaborasi lintas sektor.
KPA dan TP PKK Kabupaten Tangerang foto bersama usai audiensi penguatan sinergi pencegahan HIV/AIDS melalui peran keluarga dan masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dengan menitikberatkan pada penguatan peran keluarga sebagai lini pertama edukasi, perlindungan, dan pembentukan kesadaran kesehatan di masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Kantor TP PKK Kabupaten Tangerang, Rabu (6/5/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid. Dalam pertemuan itu, KPA Kabupaten Tangerang hadir bersama Relawan Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS (REPLIKA) serta Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Bougenvile Sehati Divisi Perempuan dan Anak sebagai mitra komunitas yang aktif bergerak di bidang edukasi dan pendampingan.

Dalam pemaparannya, KPA Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2006, lembaga tersebut terus menjalankan berbagai program pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS melalui sosialisasi, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat. Namun, perkembangan data terbaru menunjukkan peningkatan kasus yang memerlukan keterlibatan lebih luas dari seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, estimasi jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Tangerang mencapai 7.126 orang, dengan 613 kasus baru HIV positif tercatat sepanjang 2025. Penyebaran kasus kini telah menjangkau 29 kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.

KPA juga menyoroti meningkatnya kasus pada kelompok ibu hamil, anak, dan remaja. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius, terutama karena stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV masih kerap terjadi akibat rendahnya pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.

“Kami berharap kader PKK dapat berjalan bersama KPA dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Keluarga memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman yang benar, sehingga stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV dapat ditekan,” ujar Eko Darmawan, ST, selaku perwakilan KPA Kabupaten Tangerang.

Saat ini, KPA Kabupaten Tangerang juga telah membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di 22 desa dan kecamatan, dengan target pengembangan ke seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Selain itu, komunitas pendamping seperti KDS Bougenvile Sehati terus aktif memberikan pendampingan kepada ODHIV, khususnya perempuan dan anak yang menghadapi tekanan sosial.

Sekretaris KPA Kabupaten Tangerang, Efi Indarti, SKM, M.Kes., menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan HIV/AIDS membutuhkan komitmen bersama lintas sektor.

“Melalui audiensi ini, kami berharap terbangun kesamaan langkah dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS, dengan mengoptimalkan peran keluarga sebagai fondasi utama masyarakat yang sehat,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan TP PKK untuk mendukung program-program KPA, khususnya dalam penguatan edukasi keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, KPA bersama TP PKK Kabupaten Tangerang berencana menggelar seminar dan sosialisasi bertajuk “Peran Keluarga dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS”, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Internasional dan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Keluarga Kuat, Tangerang Sehat: Bersama Cegah HIV dan AIDS.”

Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas, upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang diharapkan semakin efektif, inklusif, serta mampu membangun kesadaran masyarakat yang lebih sehat dan bebas stigma. (*)

Tinggalkan Balasan