Berita  

Romy Soekarno di Blitar: Gotong Royong adalah DNA Bangsa Indonesia

 

BLITAR, Semartara.News — Dari Bumi Bung Karno, Anggota DPR RI Romy Soekarno, S.H.,

mengajak masyarakat untuk kembali menggelorakan semangat gotong royong sebagai kekuatan dan

jati diri bangsa Indonesia. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

di Blitar, Sabtu (12/9/2026).

Mengangkat tema “Menggelorakan Kembali Semangat Gotong Royong Warisan Bung Karno”,

kegiatan ini menegaskan pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI,

dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Romy, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan nilai fundamental yang menjadi

kekuatan bangsa Indonesia. Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Bung Karno bahwa apabila

lima sila Pancasila diperas menjadi satu, intisarinya adalah Ekasila: gotong royong.

“Gotong royong adalah DNA bangsa Indonesia. Di tengah perubahan zaman yang semakin

individualistis, kita harus kembali menghidupkan semangat untuk bekerja bersama, saling

membantu, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujar Romy.

Romy menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui

tindakan nyata. Semangat gotong royong dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti menjaga

kerukunan, membantu sesama, merawat lingkungan dan fasilitas umum, serta bersama-sama

menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Warisan Bung Karno bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan. Nilai persatuan,

gotong royong, kemanusiaan, kemandirian, dan keadilan sosial tetap relevan untuk menjawab

tantangan Indonesia hari ini,” tegasnya.

Sebagai daerah yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan Bung Karno, Blitar dinilai memiliki peran

penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut, khususnya kepada generasi

muda. Romy mengajak generasi muda untuk tetap terbuka terhadap kemajuan zaman tanpa

kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Kita boleh menjadi bangsa modern, tetapi jangan kehilangan jati diri. Teknologi boleh maju,

tetapi kepedulian dan persaudaraan harus tetap hidup,” katanya.

Sosialisasi 4 Pilar diikuti berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat wawasan

kebangsaan dan persatuan.

Dari Bumi Bung Karno, Romy mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan gotong royong bukan

sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan nyata untuk menjaga persatuan, memperkuat

kebersamaan, dan membangun Indonesia yang berkeadilan sosial.

“Kalau kita bergotong royong, kita sedang menjaga Indonesia.”

Tinggalkan Balasan