Tangerang, Semartara.News — Program sanitasi sekolah (Sanisek) dan pemanfaatan lahan menjadi sorotan utama dalam arahan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kepada para kepala sekolah SD dan SMP negeri.
Arahan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada kepala sekolah yang baru terpilih maupun hasil rotasi di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/2026).
Bupati menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah sebagai fondasi utama dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas. Melalui program Sanisek, ia meminta seluruh sekolah memastikan fasilitas sanitasi berfungsi dengan baik dan lingkungan tetap bersih.
“Kebersihan lingkungan sekolah harus menjadi perhatian utama. Pastikan tidak ada sampah berserakan dan saluran air tidak tersumbat, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman bagi siswa,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga mendorong pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah agar lebih produktif. Menurutnya, lahan yang ada dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman seperti cabai, tomat, maupun tanaman lainnya yang bermanfaat.
Pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi siswa dalam mengenal pertanian dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Manfaatkan lahan yang ada. Tanam cabai, tomat, atau tanaman lainnya. Ini bisa menjadi pembelajaran langsung bagi siswa sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau dan produktif,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan agar kepala sekolah dapat berinisiatif melakukan perbaikan ringan terhadap sarana dan prasarana tanpa harus menunggu anggaran dari pemerintah daerah.
“Sepanjang bisa dilakukan, segera lakukan. Jangan menunggu. Sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman akan sangat mendukung kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Melalui optimalisasi program sanitasi dan pemanfaatan lahan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap tercipta lingkungan sekolah yang sehat, asri, serta mampu menunjang kegiatan belajar mengajar secara maksimal. (*)







