Berita  

Ketum PB Mathla’ul Anwar: Selamat atas Amanah Baru Jenderal Dudung sebagai Menko Polkam

Dudung Abdurachman resmi menjabat Menko Polkam. PB Mathla’ul Anwar berharap sinergi dan kontribusinya bagi bangsa terus berlanjut.
Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Dr. KH Jazuli Juwaini MA, MM (tiga, kanan) beserta jajaran pengurus saat bersilaturahmi dengan Jendral TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurrachman (tiga, kiri) saat Jendral Dudung masih menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 23 September 2026 (Foto: Istimewa)

Jakarta, Semartara.News — Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar Dr. KH Jazuli Juwaini, MA, menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dudung Abdurachman atas amanah barunya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Ucapan tersebut disampaikan setelah Jenderal Dudung dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto. KH Jazuli berharap Jenderal Dudung senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan selamat kepada Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman atas amanah baru sebagai Menko Polkam. Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata KH Jazuli dalam siaran pers PB Mathla’ul Anwar, Sabtu (3/10/2026).

Sebelumnya, pada 23 September 2026, KH Jazuli bersama jajaran pengurus PB Mathla’ul Anwar bersilaturahmi dengan Jenderal Dudung yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari ta’aruf sekaligus memperkenalkan kepengurusan PB Mathla’ul Anwar masa khidmat 2026–2031.

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum Dr. KH Jazuli Juwaini, MA, MM; Ketua Majelis Amanah KH Embay Mulya Syarif; Ketua Majelis Fatwa Prof. Dr. KH E. Syibli Sarjaya; Sekretaris Jenderal H. Yanuar Arif Wibowo, SH, M.I.Pol; serta Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi.

Pada kesempatan itu, KH Jazuli menyampaikan sejarah dan kiprah Mathla’ul Anwar yang berdiri sejak 1916 dengan fokus perjuangan di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

PB Mathla’ul Anwar menyebut organisasi tersebut memiliki sekitar 17 juta anggota dan simpatisan, dengan kepengurusan yang tersebar di 28 provinsi serta jaringan di luar negeri.

Salah satu agenda dalam silaturahmi tersebut adalah permohonan kesediaan Jenderal Dudung untuk menjadi Ketua Dewan Penasihat Mathla’ul Anwar. Permohonan itu disambut baik dan Jenderal Dudung menyatakan kesediaannya.

“Alhamdulillah, beliau berkenan dan menyatakan kesediaannya. Kami tentu sangat bahagia dan bersyukur. Mudah-mudahan dengan kesediaan beliau, ke depan semakin banyak kontribusi yang bisa diberikan untuk membangun umat, masyarakat, dan bangsa,” ujar KH Jazuli.

Kini, setelah mendapat amanah sebagai Menko Polkam, PB Mathla’ul Anwar berharap Jenderal Dudung dapat terus memberikan kontribusi dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan kebangsaan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari pembangunan nasional.

KH Jazuli menegaskan, PB Mathla’ul Anwar akan terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Berlandaskan sembilan Prinsip Mathla’ul Anwar, organisasi tersebut menyatakan akan mendukung pemerintahan yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam, kami akan terus mendukung pemerintahan yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program-program pemerintah yang ditujukan untuk kemaslahatan masyarakat tentu akan kami dukung dan ikut kami sukseskan,” tegasnya.

PB Mathla’ul Anwar juga mendoakan agar Jenderal Dudung senantiasa diberikan petunjuk, kekuatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai Menko Polkam.

Selain itu, PB Mathla’ul Anwar berharap Jenderal Dudung tetap dapat memberikan nasihat dan pemikiran bagi organisasi tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Silaturahmi yang berlangsung sebelum pelantikan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Mathla’ul Anwar, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperluas kontribusi organisasi bagi kemajuan umat, masyarakat, dan bangsa Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan