Serang, Semartara.News — Mengalami mata merah, berair, atau terasa gatal, banyak orang memilih jalan cepat dengan membeli obat tetes mata di apotek. Namun, dokter mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan obat, terutama obat tetes yang mengandung steroid, tanpa mengetahui penyebab mata merah.
Sebab, tidak semua mata merah disebabkan oleh konjungtivitis. Keluhan tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan mata yang lebih serius. Pengobatan yang tidak tepat justru berisiko memperburuk kondisi dan, dalam kasus tertentu, mengancam penglihatan.
Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Serang, dr. Rina Wulandari, Sp.M, M.Ked.Klin, mengatakan penggunaan obat tetes mata tanpa resep masih menjadi salah satu kesalahan yang kerap ditemui pada pasien dengan keluhan mata merah.
“Kesalahan yang paling sering ditemui adalah pasien menggunakan obat tetes steroid tanpa resep untuk mata merah yang ternyata penyakitnya lebih serius. Tidak hanya menggunakan obat sembarangan, banyak pula pasien yang menggunakan air sirih dan berbagai herbal lainnya,” ujar dr. Rina dilansir Kamis, (20/9).
Menurutnya, penggunaan obat atau bahan tertentu tanpa mengetahui penyebab mata merah dapat memperparah penyakit. Bahkan, pada kondisi tertentu, kesalahan penanganan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.
“Mengetahui sebab mata merah yang dialami adalah kunci penanganan yang benar,” tegasnya.
Mata Merah Bisa Disebabkan Berbagai Kondisi
Salah satu penyebab mata merah yang paling umum adalah konjungtivitis. Kondisi ini merupakan peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput tipis dan transparan yang melapisi bagian putih bola mata serta permukaan dalam kelopak mata.
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, reaksi alergi, maupun iritasi akibat bahan kimia dan lingkungan.
Masing-masing penyebab memiliki karakteristik dan membutuhkan penanganan berbeda. Karena itu, mata merah tidak seharusnya langsung diobati dengan obat tetes yang tersedia bebas tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Kenali Gejala Konjungtivitis
Peradangan pada konjungtiva menyebabkan pembuluh darah di area tersebut melebar sehingga mata tampak merah atau merah muda.
Selain mata merah, konjungtivitis dapat menimbulkan gejala berupa mata berair, gatal, serta keluarnya kotoran mata. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda bergantung pada penyebabnya.
Masyarakat perlu memperhatikan apabila mata merah disertai keluhan yang lebih berat. Kondisi tersebut tidak sebaiknya hanya dianggap sebagai iritasi ringan.
Jangan Tunda ke Dokter Jika Muncul Tanda Ini
Penanganan konjungtivitis sangat bergantung pada jenis dan penyebabnya. Sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya, tetapi sebagian lainnya memerlukan pemeriksaan dan terapi medis.
Segera periksakan mata ke dokter spesialis apabila mata merah disertai:
1. Nyeri yang signifikan, bukan sekadar rasa tidak nyaman.
2. Penglihatan mulai buram atau kabur.
3. Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
4. Kotoran mata yang berlebihan.
5. Keluhan terjadi pada bayi atau anak.
6. Memiliki riwayat operasi mata.
7. Menggunakan lensa kontak.
Pengguna lensa kontak perlu memberikan perhatian khusus ketika mengalami mata merah. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan infeksi kornea yang membutuhkan penanganan segera.
Cegah Penularan Konjungtivitis
Konjungtivitis akibat infeksi dapat menular. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh area mata.
2. Tidak berbagi handuk, bantal, atau kosmetik mata dengan orang lain.
3. Menghindari kebiasaan mengucek mata.
4. Memisahkan peralatan pribadi dari anggota keluarga yang sedang mengalami konjungtivitis akibat infeksi.
5. Bagi pengguna lensa kontak, mematuhi jadwal penggantian lensa dan aturan penggunaannya.
6. Mencuci tangan sebelum memasang maupun melepas lensa kontak.
7. Menghindari alergen yang telah diketahui menjadi pemicu jika konjungtivitis disebabkan alergi.
dr. Rina menegaskan bahwa konjungtivitis yang ditangani secara tepat umumnya dapat sembuh tanpa menimbulkan komplikasi.
“Konjungtivitis yang ditangani dengan benar dan tepat waktu hampir selalu sembuh tanpa meninggalkan komplikasi. Situasi menjadi berbahaya ketika pasien mengobati sendiri dengan herbal atau obat yang tidak sesuai, karena bisa mengubah kondisi yang seharusnya ringan menjadi masalah yang sangat serius,” jelasnya.
Bethsaida Hospital Serang Sediakan Layanan Spesialis Mata
Untuk konsultasi dan penanganan konjungtivitis maupun kondisi mata lainnya, dr. Rina Wulandari, Sp.M, M.Ked.Klin, tersedia di Bethsaida Hospital Serang.
Dokter Rina memiliki keahlian khusus di bidang infeksi dan imunologi mata.
Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandy, mengatakan pihaknya berkomitmen memastikan setiap keluhan kesehatan mata mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat.
“Kehadiran dr. Rina dengan keahlian khususnya di bidang infeksi dan imunologi mata adalah bagian dari upaya kami menghadirkan layanan spesialistik yang selama ini mungkin hanya tersedia di pusat kota besar. Kami ingin masyarakat Serang dan Banten bisa mengakses perawatan mata terbaik tanpa harus pergi jauh,” pungkasnya.
Keluhan mata merah sebaiknya tidak langsung diatasi dengan obat tetes secara sembarangan. Mengetahui penyebabnya melalui pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk menentukan pengobatan yang tepat sekaligus mencegah risiko gangguan penglihatan. (*)







