Festival Baitul Maqdis 2026, AWG Satukan Aksi Solidaritas untuk Palestina

AWG menggelar Festival Baitul Maqdis 2026 di Bogor dengan berbagai kegiatan olahraga, edukasi, sosial, dan budaya untuk Palestina.
Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari (tengah) dan jajarannya tiba di garis Finish saat mengikuti Solidarity Run for Palestine di Kota Wisata Bogor, Ahad 8 November 2026 (Foto: Dok. AWG)

Bogor, Semartara.News – Aqsa Working Group (AWG) bersama Masjid Darussalam Kota Wisata menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam aksi solidaritas untuk Palestina melalui Festival Baitul Maqdis 2026. Kegiatan yang digelar di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Bogor, Ahad (8/11/2026), ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari olahraga, edukasi, pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026. Melalui kegiatan ini, AWG mengajak masyarakat menerjemahkan kepedulian terhadap rakyat Palestina menjadi aksi nyata yang melibatkan berbagai kalangan.

Penyelenggaraan Festival Baitul Maqdis sekaligus menjadi bagian dari Tasyakur Milad ke-7 Maemuna Center Indonesia, lembaga yang berdiri pada 9 November 2019 dan merupakan salah satu sayap gerakan AWG yang berfokus pada isu perempuan dan anak.

Salah satu agenda utama BSP 2026 adalah Solidarity Run for Palestine yang diikuti sekitar 1.500 peserta. Kegiatan olahraga ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui aktivitas yang sehat, positif, dan sarat semangat kemanusiaan.

Antusiasme ribuan peserta mencerminkan semangat persaudaraan dan solidaritas. Panitia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi sesaat, tetapi mampu menumbuhkan kepedulian berkelanjutan yang diwujudkan melalui berbagai kontribusi nyata bagi rakyat Palestina.

Selain olahraga, Festival Baitul Maqdis menghadirkan Talk Show Interaktif bertema “Perempuan dan Baitul Maqdis: Peran, Keteguhan, dan Solidaritas”.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi mengenai peran strategis perempuan, khususnya seorang ibu, dalam membangun karakter keluarga, menanamkan nilai keimanan, serta membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Palestina.

Talk show ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan aktivis dan relawan kemanusiaan, yakni Ita Muswita, A.Md.Kep., relawan kemanusiaan Gaza; Annisa Theresia, S.Sos., M.Si., relawan dan aktivis kemanusiaan; Marsha Chikita Fawzi, M.M., relawan kemanusiaan Gaza; serta Farida Thalib, pengurus Maemuna Center Indonesia.

Pendidikan Keluarga dan Peran Perempuan dalam Solidaritas Palestina

Pentingnya pendidikan dan pembentukan karakter sejak dini tercermin dalam perjalanan sejarah para tokoh besar yang berperan dalam pembebasan Baitul Maqdis, seperti Umar bin Khattab, Salahuddin Al-Ayyubi, dan Muhammad Al-Fatih.

Lahirnya tokoh-tokoh tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan, keluarga, dan lingkungan dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai perjuangan.

Hal serupa juga terlihat dalam kehidupan masyarakat Gaza saat ini. Di tengah berbagai tantangan dan penderitaan, para ibu tetap menjalankan peran penting dalam menjaga keteguhan keluarga, mendidik anak-anak, serta menanamkan nilai kesabaran, keberanian, dan semangat perjuangan.

Kepedulian terhadap Palestina juga diwujudkan melalui Palestine Tatreez Workshop, lokakarya yang memperkenalkan seni sulaman tradisional Palestina atau Tatreez sebagai bagian dari identitas, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Palestina.

Workshop yang berlangsung Ahad (8/11/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, menghadirkan Haneen Abu Shammala, perempuan asal Jabalia, Gaza Utara, Palestina, sebagai pemateri.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal kekayaan budaya Palestina, khususnya seni sulaman yang diwariskan secara turun-temurun. Tatreez bukan sekadar seni menghias kain, melainkan juga bentuk ekspresi identitas, tradisi, dan sejarah masyarakat Palestina.

Dalam agenda tersebut, panitia juga mencantumkan Reed Arada dan Karina Rusman sebagai tokoh yang diundang. Dengan kapasitas sekitar 30–40 peserta, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana memperkenalkan warisan budaya Palestina kepada masyarakat Indonesia.

Bazar Solidaritas hingga Edukasi Virtual Reality Palestina

Rangkaian Bulan Solidaritas Palestina 2026 turut menghadirkan Palestine Solidarity Bazaar 2026 dengan mengusung semangat “Belanja, Berdaya, Bersolidaritas”.

Bazar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 22 November 2026 di Masjid Darussalam Kota Wisata. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam memperkuat solidaritas melalui aktivitas ekonomi.

Agenda lainnya adalah 3D VR Palestine, yakni kegiatan edukasi menggunakan teknologi virtual reality yang memberikan pengalaman visual interaktif mengenai Palestina.

Melalui pendekatan teknologi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperluas pengetahuan sekaligus mengenal lebih dekat kondisi dan identitas Palestina. Kegiatan ini juga dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 22 November 2026 di Masjid Darussalam Kota Wisata.

Selain edukasi dan pemberdayaan ekonomi, BSP 2026 menghadirkan Bakti Sosial Kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan ini melibatkan jamaah akhwat Masjid Darussalam, dokter, dan tenaga kesehatan. Sasaran pelayanan meliputi remaja, ibu hamil, serta masyarakat umum, dengan estimasi jangkauan sekitar 700–1.000 orang.

Melalui pelayanan kesehatan tersebut, nilai solidaritas dan kemanusiaan diwujudkan secara langsung melalui kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

AWG dan Masjid Darussalam Perkuat Gerakan Kemanusiaan

Ketua BSP 2026, Yusuf Maulana, menegaskan bahwa perempuan, khususnya seorang ibu, memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai keimanan, membangun kepedulian, serta mempersiapkan generasi yang memiliki komitmen terhadap perjuangan Islam dan nilai-nilai kemanusiaan.

Yusuf menjelaskan, penyelenggaraan Festival Baitul Maqdis juga menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur atas Milad ke-7 Maemuna Center Indonesia yang berdiri pada 9 November 2019.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat peran Maemuna Center sebagai salah satu sayap gerakan AWG yang berfokus pada isu perempuan dan anak, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap perjuangan Palestina.

Selaku Ketua Panitia BSP 2026, Yusuf menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Darussalam Kota Wisata atas dukungan serta kolaborasi yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.

Sementara itu, Ketua Yayasan Darussalam Kota Wisata (YDKW), Nofil Anoverta, menyatakan bahwa masjid memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat pelaksanaan ibadah.

Menurutnya, masjid juga harus menjadi pusat persaudaraan, pendidikan, kepedulian sosial, dan gerakan kemanusiaan.

Melalui kegiatan Solidarity Run, YDKW menegaskan komitmennya untuk terus hadir, peduli, dan mendukung perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan.

“Kepedulian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan,” demikian pesan yang disampaikan Nofil.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Maemuna Center Indonesia, Siti Mutmainnah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Darussalam Kota Wisata serta seluruh pengurus Maemuna Center yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyukseskan rangkaian kegiatan Tasyakur Milad ke-7 Maemuna Center Indonesia.

Siti berharap setiap lelah yang telah dicurahkan menjadi lillah, setiap langkah menjadi amal kebaikan, dan setiap pengorbanan mendapatkan balasan terbaik yang tak terhingga dari Allah SWT. (Red/Aat SS)

Tinggalkan Balasan