Kota Tangsel, Semartara.News — Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 tidak hanya berfokus pada kesiapan venue dan fasilitas pertandingan. Aspek keabsahan atlet juga menjadi perhatian panitia guna memastikan kompetisi berlangsung secara adil dan sesuai ketentuan.
Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten telah merampungkan proses verifikasi administrasi peserta, termasuk pemeriksaan terhadap aturan mutasi atlet.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga integritas penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 yang akan berlangsung pada 8–23 November 2026 di Tangerang Selatan.
Melalui verifikasi tersebut, panitia memastikan persyaratan administrasi dan ketentuan mutasi atlet menjadi perhatian sebelum para peserta mengikuti pertandingan. Proses ini juga ditujukan untuk mencegah persoalan keabsahan atlet yang berpotensi memengaruhi jalannya kompetisi.
Ketua Pelaksana Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, melalui Kepala Bidang Humas Porprov Banten 2026, Tubagus Asep Nurdin, menyampaikan bahwa integritas dan kualitas kompetisi menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan.
Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang untuk memperebutkan medali, tetapi juga harus menjadi ruang kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas serta mendukung pembinaan atlet daerah.
Pemusatan Latihan Jadi Bekal Atlet Hadapi Kompetisi
Selain memastikan kelengkapan administrasi, persiapan atlet dari berbagai kontingen juga terus dilakukan menjelang pertandingan.
Asep menyebut para atlet telah menjalani pemusatan latihan secara disiplin untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi. Persiapan tersebut diharapkan dapat mendorong setiap kontingen tampil optimal sekaligus melahirkan atlet potensial dari berbagai daerah di Banten.
“Para atlet dari berbagai kontingen telah digembleng melalui pemusatan latihan yang disiplin. Porprov bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita merawat ekosistem pembinaan olahraga yang kredibel, menjunjung tinggi sportivitas, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Porprov VII Banten 2026 akan mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor) dengan melibatkan ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Besarnya skala penyelenggaraan tersebut membuat aspek pengawasan peserta menjadi penting. Selain menentukan kelayakan atlet untuk bertanding, proses verifikasi juga berkaitan dengan upaya menjaga kepercayaan seluruh kontingen terhadap hasil kompetisi.
Porprov Jadi Bagian Pembinaan Atlet Menuju PON 2032
Lebih jauh, penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan olahraga daerah dalam jangka panjang.
Ajang ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan berikutnya.
Hasil kompetisi nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pembinaan olahraga di tingkat kabupaten dan kota, terutama dalam mempersiapkan atlet potensial untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Porprov juga memiliki nilai strategis bagi Provinsi Banten dalam membangun kesiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi yang kredibel, tertib administrasi, dan menjunjung sportivitas menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. (*)







