Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mendorong penggunaan transportasi umum sebagai langkah strategis untuk menekan emisi kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara.
Upaya ini menguat seiring munculnya kabut tipis dalam beberapa pekan terakhir yang menjadi sinyal penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, mewakili Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi menjadi kunci penting dalam perbaikan kualitas udara.
“Beralih ke transportasi umum adalah langkah paling cepat dan nyata untuk mengurangi emisi kendaraan pribadi. Ini bisa langsung dirasakan dampaknya jika dilakukan secara bersama,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, Pemkot Tangsel terus memperkuat sistem transportasi publik agar semakin mudah diakses dan terintegrasi.
Saat ini, layanan shuttle bus yang terhubung dengan jaringan KRL dinilai semakin memadai untuk mendukung mobilitas warga sehari-hari.
Asep juga menepis anggapan bahwa transportasi umum di Tangsel sulit dijangkau. Ia menilai, berbagai pengembangan yang dilakukan telah membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
“Integrasi antarmoda terus kami dorong agar masyarakat memiliki alternatif yang nyaman selain kendaraan pribadi,” jelasnya.
Selain memperbaiki sistem, Pemkot Tangsel juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai dampak penggunaan kendaraan pribadi terhadap kualitas udara.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penentu dalam keberhasilan upaya pengendalian polusi.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Sebagai kota tujuan aktivitas, Tangsel setiap hari menerima lonjakan kendaraan dari luar daerah, baik menuju pusat perbelanjaan maupun lokasi penyelenggaraan berbagai acara.
Kondisi tersebut turut meningkatkan beban emisi yang sulit dikendalikan secara langsung oleh pemerintah daerah.
“Karena itu, penggunaan transportasi umum menjadi sangat penting, tidak hanya bagi warga Tangsel, tetapi juga bagi para pengunjung dari luar daerah,” ungkapnya.
Sebagai langkah pendukung, Pemkot Tangsel juga menyediakan program uji emisi gratis serta melakukan pengawasan lapangan secara berkala untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar emisi.
Asep menegaskan, penyediaan infrastruktur dan kebijakan saja tidak cukup tanpa diiringi perubahan perilaku masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan sistemnya. Namun, keberhasilan menurunkan emisi sangat bergantung pada pilihan masyarakat. Setiap keputusan untuk menggunakan transportasi umum adalah kontribusi nyata dalam menjaga kualitas udara,” pungkasnya. (*)







