Kota Tangsel, Semartara.News — Kenaikan harga minyak goreng mulai dirasakan langsung oleh warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam beberapa pekan terakhir, harga komoditas tersebut terus merangkak naik dan membebani pengeluaran rumah tangga.
Sejumlah warga mengaku harus memutar otak untuk menyiasati kebutuhan sehari-hari. Ati (38), warga Pamulang, mengatakan kenaikan harga minyak goreng membuat belanja dapur semakin berat.
“Sekarang minyak goreng dua liter bisa Rp45 ribu, padahal sebelumnya sekitar Rp40 ribu. Hampir semua kebutuhan ikut naik,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia mengaku mulai mengurangi penggunaan minyak goreng dan lebih selektif dalam membeli kebutuhan pokok. Kondisi ini, menurutnya, cukup menyulitkan, terutama bagi keluarga dengan penghasilan tetap.
Hal serupa juga dirasakan warga lainnya. Kenaikan harga minyak goreng dinilai berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok lain, sehingga menambah kekhawatiran akan meningkatnya beban hidup.
Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyatakan terus memantau perkembangan harga di pasar guna mengantisipasi lonjakan inflasi.
Kepala Disperindag Tangsel, Mochamad Hardi, mengatakan pihaknya akan melakukan langkah-langkah pengendalian, termasuk operasi pasar jika diperlukan.
“Kami terus memonitor pergerakan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia agar tidak terjadi lonjakan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung. (*)







