Tangerang, Semartara.News — Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Assoc. Prof. Dr. Warsito, M.Si mengungkap lima bekal penting yang harus dimiliki para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Kelima bekal tersebut meliputi berbakti kepada orang tua, terus meningkatkan kompetensi, adaptif terhadap perubahan, menjaga integritas dan kejujuran, serta memperkuat soft skill.
Pesan tersebut disampaikan Warsito dalam prosesi wisuda UMT, Selasa (29/9/2026), di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Tahun ini, UMT mewisuda sebanyak 3.038 mahasiswa dari jenjang sarjana, magister, dan diploma.
Menurut Warsito, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Para lulusan justru akan menghadapi tantangan yang lebih besar setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Setelah selesai menjadi sarjana, tantangan ke depan justru lebih berat. Bagaimana kalian bisa menunjukkan dan membuktikan bahwa kalian mampu bersaing, bekerja, serta memberikan bukti kepada orang tua,” pesannya.
Pelaksanaan wisuda tahun ini dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama, sebanyak 1.038 wisudawan mengikuti prosesi wisuda di ICE BSD.
1. Berbakti kepada Orang Tua
Bekal pertama yang ditekankan Warsito adalah tetap berbakti kepada kedua orang tua.
Ia mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua.
Karena itu, ia meminta para lulusan memberikan penghormatan kepada orang tua yang hadir dalam prosesi wisuda.
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Atas doa orang tua, insyaallah kalian bisa menjadi orang-orang yang sukses,” ujarnya.
Warsito juga mengingatkan agar gelar akademik tidak membuat lulusan merasa lebih tinggi dari orang lain.
“Jangan merasa terlalu tinggi. Jadilah orang yang lebih rendah hati supaya orang tua bangga kepada kalian,” pesannya.
2. Terus Meningkatkan Kompetensi
Bekal kedua adalah kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
Menurut Warsito, ijazah bukanlah garis akhir pendidikan. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang mampu terus mengembangkan kemampuan, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.
“Jangan berhenti karena kalian sudah mendapatkan ijazah. Tantangan ke depan lebih tinggi. Asah kompetensi kalian terus,” katanya.
Ia pun mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
3. Adaptif terhadap Perubahan
Bekal ketiga adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Warsito mengatakan perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, para lulusan harus memiliki kesiapan untuk terus memperbarui pengetahuan dan kemampuan agar tidak tertinggal.
“Kalau kalian tidak ingin terlindas oleh perkembangan, kalian harus melakukan perubahan. Lakukan terus proses perubahan itu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
“Jatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi,” katanya.
Menurutnya, berbagai tantangan dan persoalan dapat menjadi bagian dari proses membentuk mental yang lebih kuat.
4. Menjaga Integritas dan Kejujuran
Bekal keempat yang ditekankan adalah integritas dan kejujuran.
Warsito menilai kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan karakter. Kemampuan yang tinggi, menurutnya, tidak cukup jika tidak dibarengi integritas dan kejujuran.
“Kompetensi bisa kalian bangun dengan ilmu dan kemampuan. Tetapi kalau integritas dan kejujuran tidak kalian pegang, nilai kepercayaan kalian juga akan berantakan,” tegasnya.
Ia meminta para lulusan menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus nama baik almamater ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
5. Perkuat Soft Skill
Bekal kelima adalah memperkuat kemampuan nonteknis atau soft skill.
Warsito menyebut kemampuan analisis dan pemecahan masalah (problem solving) sebagai keterampilan penting yang dibutuhkan lulusan dalam menghadapi berbagai persoalan di dunia kerja.
“Soft skill dalam proses penyelesaian masalah sangat diperlukan. Kemampuan analisis dan problem solving diperlukan dalam menghadapi persoalan,” ujarnya.
Ia juga meminta para lulusan tidak takut menghadapi tantangan maupun memulai perjalanan karier dari bawah.
“Jangan takut menghadapi tantangan. Jangan takut memulai dari bawah,” pesannya.
UMT Terus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Dalam sambutannya, Warsito turut menyampaikan perkembangan UMT. Saat ini, UMT memiliki 35 program studi, dengan 12 program studi disebut telah memperoleh akreditasi unggul.
Ia mengatakan peningkatan mutu dan akreditasi program studi akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen UMT dalam memberikan pendidikan yang berkualitas.
Warsito juga menyampaikan bahwa UMT tengah menantikan penerbitan izin atau surat keputusan terkait Fakultas Kedokteran. Jika terealisasi, keberadaan fakultas tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan UMT dalam memperluas bidang pendidikan tinggi.
Di akhir sambutannya, Warsito menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan orang tua wisudawan atas kepercayaan yang diberikan kepada UMT.
Ia juga meminta maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dan menegaskan komitmen kampus untuk terus melakukan evaluasi serta perbaikan.
“Jaga nama baik UMT. Hari ini kami melepaskan saudara-saudara untuk bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tuturnya.
Lima bekal tersebut menjadi pesan utama Warsito kepada 3.038 wisudawan UMT agar tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu membawa ilmu, kompetensi, karakter, dan integritas dalam menghadapi kehidupan setelah kampus. (*)







