Berita  

Mengenal Dafa Aflaha, Gadis Cirebon yang Aktif Berkarya dan Mengejar Cita-Cita

Dafa Aflaha, gadis asal Cirebon, aktif berkarya lewat usaha, literasi, cosplay, pelatihan kerja, dan mengejar cita-cita menjadi jaksa.
Dafa Aflaha, gadis asal Kabupaten Cirebon, aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, mulai dari usaha kuliner, literasi, dunia cosplay, hingga pelatihan keterampilan kerja. Di tengah aktivitas tersebut, ia juga mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Cirebon untuk mengejar cita-citanya menjadi jaksa. (Foto: Dok. Pribadi)

Cirebon, Semartara.News — Dafa Aflaha, atau akrab disapa Lala, merupakan salah satu anak muda asal Kabupaten Cirebon yang aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan. Di usianya yang masih muda, 17 tahun, Lala telah mencoba dunia usaha, mengikuti kegiatan literasi, terlibat dalam event cosplay, hingga membekali diri dengan keterampilan kerja.

Lahir pada 31 Oktober 2008, Lala tumbuh di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, dari keluarga sederhana. Lingkungan tersebut tidak menghalanginya untuk terus belajar dan mengeksplorasi berbagai potensi yang dimilikinya.

Lala merupakan alumni SMK Ulil Albab, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, dari jurusan Multimedia. Semasa dan setelah menempuh pendidikan, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan yang memberinya pengalaman di luar pendidikan formal.

Salah satunya adalah merintis usaha kuliner berupa manisan mangga. Usaha tersebut menjadi pengalaman bagi Lala untuk mengenal dunia kewirausahaan sekaligus belajar membangun kemandirian sejak usia muda.

Di bidang kreatif, Lala juga pernah terlibat sebagai idol cosplayer dalam sejumlah event dengan menggunakan nama panggung Clara. Aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk menyalurkan kreativitas sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.

Selain dunia kreatif, Lala memiliki ketertarikan terhadap literasi. Ia aktif dalam sejumlah kegiatan, di antaranya Cirebon Book Party dan komunitas Demen Baca.

Pengalaman lainnya datang ketika Lala menjadi Duta Siswi Kabupaten Cirebon. Pencapaian tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan dirinya sekaligus membuka ruang untuk mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri.

Tak hanya mengembangkan pengalaman di bidang kreatif dan literasi, Lala juga mengikuti pelatihan keterampilan kerja yang diselenggarakan melalui Balai Layanan Kerja (BLK) Kota Cirebon dengan mengambil bidang penata rambut junior.

Pelatihan yang dilaksanakan di Mody Ismanto Academy, Kelurahan Pekiringan Nomor 54A, Kota Cirebon, tersebut membekali Lala dengan sejumlah keterampilan perawatan rambut, seperti mencuci, mencatok, mewarnai, smoothing, dan cream bath.

Setelah mengikuti pelatihan, Lala mulai menerapkan keterampilan tersebut di dunia kerja. Saat ini, ia bekerja di salah satu salon yang berada di Kabupaten Cirebon.

Di tengah berbagai aktivitas tersebut, Lala tetap melanjutkan pendidikan. Ia kini bersiap menjadi mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dengan mengambil Program Studi Ilmu Hukum.

Pilihan tersebut berkaitan dengan cita-citanya untuk menjadi seorang jaksa. Baginya, pendidikan hukum menjadi langkah penting untuk mempersiapkan diri menuju profesi yang diimpikannya.

Perjalanan Lala memperlihatkan bagaimana seorang anak muda dapat mengisi masa produktifnya dengan berbagai pengalaman. Mulai dari mencoba berwirausaha, mengembangkan kreativitas, aktif dalam kegiatan literasi, mengikuti pelatihan kerja, hingga mempersiapkan pendidikan tinggi.

Perjalanan tersebut menjadi sisi yang menarik dari sosok Lala. Ia tidak hanya mengejar pendidikan formal, tetapi juga berusaha mengembangkan keterampilan dan pengalaman sebagai bekal menghadapi masa depan.

Kini, perjalanan Lala memasuki fase baru. Pendidikan ilmu hukum menjadi langkah berikutnya untuk mendekatkan dirinya pada cita-cita menjadi jaksa.

Semoga cita-cita tersebut dapat tercapai dan menjadi bagian dari perjalanan panjang Lala dalam menciptakan masa depannya.

Kontributor: Rizki Saputro, S.Hum. (*)

Tinggalkan Balasan