Pandeglang, Semartara.News — Lebih dari 300 personel SAR gabungan dikerahkan untuk mencari lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu yang dilaporkan mengalami kondisi darurat di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026), area pencarian diperluas menjadi enam sektor.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR lainnya. Unsur laut dan udara dioptimalkan untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap delapan orang tersebut.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, perluasan operasi menjadi enam sektor merupakan arahan Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang hadir langsung memantau pelaksanaan operasi SAR gabungan bersama Gubernur Banten Andra Soni.
“Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR hari ini dikembangkan menjadi enam sektor. Pada hari pertama pencarian dilaksanakan di tiga sektor, kemudian hari kedua dikembangkan menjadi lima sektor dan pada hari ketiga ini kembali diperluas menjadi enam sektor,” ujar Hengki.
Selain mengerahkan personel, operasi hari ketiga juga didukung 11 kapal yang terdiri atas kapal TNI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas, serta kapal dari potensi SAR lainnya.
“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi hari ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik yang berada di lapangan maupun yang mendukung pelaksanaan operasi dari posko gabungan,” kata Hengki.
Pencarian Dioptimalkan dari Laut dan Udara
Tim SAR gabungan mengoptimalkan penyisiran melalui jalur laut dan udara. Sejumlah wilayah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi sasaran pencarian pada hari ketiga operasi.
Dalam pencarian melalui udara, kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan tim.
Hengki menegaskan, keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan operasi.
“Operasi SAR harus tetap mengikuti ketentuan dan batasan keselamatan. Sebagaimana disampaikan Bapak Kabasarnas, pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujarnya.
Seluruh informasi yang diperoleh dari lapangan terus dihimpun dan dievaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya.
Keluarga Korban Mendapat Pendampingan
Di tengah proses pencarian, Polda Banten juga memberikan trauma healing dan dukungan psikososial kepada keluarga korban.
Pendampingan dilakukan untuk memberikan penguatan kepada keluarga selama menunggu perkembangan operasi SAR.
“Pendampingan ini dilakukan agar keluarga mendapatkan penguatan dan dapat lebih legowo dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” kata Hengki.
Pendampingan psikologis akan terus diberikan selama operasi pencarian berlangsung.
Masyarakat Diimbau Patuhi Ketentuan
Kepala Basarnas juga mengimbau masyarakat mematuhi ketentuan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga berwenang, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan keselamatan masyarakat selama kondisi di kawasan perairan tersebut masih menjadi perhatian.
“Bapak Kabasarnas mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang. Ini penting untuk keselamatan masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau,” tutup Hengki. (*)







